Waspadalah Terhadap Rasa Iri

Sakit ini sangat menusuk. Sakit sekali. Sampai-sampai tulangku terasa nyeri. Ini sudah jelas masalah. Masalah kritis yang tiada habis. Tahukah kau, kawan? Inilah penyakit hati yang namanya iri. Penyakit itu timbul tenggelam seiring pasang surut iman. Penyakit ini sudah melandaku sekian lama. Jelas-jelas aku belum bisa mengatasinya. Meski aku sudah mencari obatnya kesana-kemari, penyakit ini belum juga sembuh, malah rasanya semakin lama semakin menyebar ke seluruh urat nadi.

Aku iri ketika salah seorang teman kantorku dapat cuti panjang karena masa-masa kehamilan pertamanya. Mual-mual alasannya. Padahal saat aku hamil dulu, aku tak ambil cuti barang seharipun walau hampir-hampir aku pingsan di ruang kerjaku. Untung ada seorang murid yang memergokiku karena melihat wajahku yang pucat pasi bak vampir dalam film-film cina, dan memanggil Pak Satpam untuk memapahku turun ke ruang bawah dan alhamdulilah salah seorang teman membawaku ke puskesmas terdekat. Coba bayangkan saja, ruang kerjaku itu sebuah perpustakaan yang letaknya di lantai dua, setiap hari harus naik turun tangga. Tak hanya sekali dua kali tapi berkali-kali, kau tahu sendiri kawan, orang hamil bawaannya selalu buang air kecil dan toilet tempatku bekerja ada di lantai bawah. Ah, sungguh malang nasibku.

Kedua, aku iri dengan rekan-rekan kantorku yang dalam pekerjaannya selalu dapat disambi dengan acara facebook’an lah, chatting’an lah, bla bla lah ! Ya, karena mereka bekerja di kantor Tata Usaha yang dapat saling membantu karena ada beberapa personil di dalamnya. Sedangkan aku, masya Allah…! Aku bekerja sendirian di ruanganku. Perpustakaan sebesar itu, hanya aku seorang diri yang mengelolanya. Dengan berbagai macam masalah yang harus kuhadapi, seperti banyaknya pengguna yang selalu minta pelayanan yang terbaik (jika tidak puas dengan pelayananku mereka selalu komplain dengan memenuhi kotak kritik dan saran yang tersedia, yang membuatku jengkel kenapa mereka cuma mengkritik kurang maksimalnya pelayanan, kenapa tidak mengkritik bahwa perpustakaan mereka kekurangan petugas, oh my God, help me….!), pengelolaan bahan pustaka yang beraneka ragam (bahan pustaka buku saja kurang lebih 13.000 eksemplar, wuih!) dan lain sebagainya.

Pernah suatu kali, seorang kepala perpustakaan sebuah sekolah menengah atas dikotaku memberitahu, kurang lebih begini : “Hebat sekali kamu, mau jadi pahlawan kesiangan ya? Di perpustakaan kecil yang saya kelola saja, personilnya ada 12 orang dan mereka memiliki tugas masing-masing. Lha ini, perpustakaan segedhe gini, cuman dikelola 1 orang! Kalau setiap audit memang tidak pernah ada temuan, barangkali kalau bukan mukjizat ya berarti kamu-nya yang bekerja mati-matian sampai titik darah penghabisan. Betul nggak? Ya, maaf saja kalau perkataan saya menyinggung. Tapi ini fakta. Saya sungguh mafhum dengan beratnya beban pengelola perpustakaan, karena saya sebagai kepala perpustakaan sungguh paham bagaimana sulitnya mengelola perpustakaan itu. Cobalah kamu bicara dengan atasan untuk membahas masalah penambahan personil. Masak sekolah RSBI cuma punya satu orang petugas. Hebat benar?”

Aaaargh..!?!!! Aku benci bilang “entahlah” ………….

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: