14 BLADES

Keteguhan hati seorang prajurit yang mempunyai satu tujuan yaitu mengembalikan harga dirinya yang terkoyak ketika dirinya dikhianati oleh saudaranya sendiri dan dianggap sebagai pengkhianat kerajaan. Demi menyelematkan stempel kerajaan yang notabene mempunyai kekuatan untuk menge-sahkan segala urusan kerajaan, yang ternyata akan dicuri oleh sekelompok pemberontak kerajaan yang menginginkan kerajaan itu terpecah-belah. Dipimpin oleh Pangeran Cing, pemberontak itu menyewa beberapa ahli pedang dengan pimpinan seorang perempuan ahli pedang yang terkenal dari barat. Dia mulai menyerang JIN YI WEI dan berusaha untuk membunuhnya. Namun, meskipun stempel kerajaan itu akhirnya jatuh pada tangan pemberontak, JIN YI WEI berhasil meloloskan diri dari tragedi yang hampir merenggut nyawanya itu.

Pada suatu malam, JIN YI WEI mengetuk rumah seorang pemuka masyarakat. Ia meminta tolong agar dia berhasil menjalankan misinya. Dengan iming-iming imbalan 600 tail, akhirnya JIN YI WEI berhasil mempengaruhi pemuka masyarakat itu untuk membawanya keluar dari wilayah kerajaan itu. Berbagai halangan dan rintangan menghadang saat mereka berusaha untuk mengeluarkan JIN YI WEI, namun JIN YI WEI berhasil mengatasinya karena tenaganya telah pulih dan kesehatannya berangsur-angsur membaik. Di dalam hutan, rombongan mereka dikepung oleh pasukan kerajaan. Namun dengan kemampuannya, JIN YI WEI berhasil merobohkan mereka dan terkuaklah siapa jati dirinya. Pemuka masyarakat itu berusaha untuk berhenti menolongnya, namun JIN YI WEI menyandera putrinya.

Dalam proses penyanderaan itu, terdapat banyak kisah menegangkan sekaligus mengharukan. Suatu malam saat JIN YI WEI diam-diam menyelimuti tubuh QIAO HUA dia kena pukulan kayu yang dilayangkan oleh QIAO HUA, atau saat mereka berendam di sebuah penginapan dan saling berbicara, terbukalah mata hati QIAO HUA bahwa JIN YI WEI adalah seorang yang benar-benar memiliki keteguhan hati. Maka, mulai malam itu juga, QIAO HUA mulai melupakan rencananya untuk menemui tunangannya. Di dalam hatinya telah terisi sebuah nama lain, JIN YI WEI.

Perjalanan mereka sangatlah melelahkan, usaha JIN YI WEI untuk meyakinkan beberapa kepala perampok Padang Pasir untuk bekerja sama dengannya untuk menyerang pasukan pemberontak kerajaan. Di tengah gencarnya pertempuran, JIN YI WEI diam-diam menyadari, betapa hatinya terpaut oleh gadis itu, QIAO HUA. Namun ia enggan memikirkan hal lain sebelum ia berhasil mencapai tujuannya. Akhirnya, dengan berat hati, ia melepaskan QIAO HUA di sebuah penginapan yang dulu mereka singgahi. Mereka berpisah. JIN YI WEI memberikan uang sebesar 600 tail yang ia janjikan pada ayah QIAO HUA dulu. Namun QIAO HUA tak mengambilnya, ia berlari pergi meninggalkan penginapan itu dengan berlinang air mata. Ketika mereka bertemu kembali untuk kedua kalinya, QIAO HUA mengungkapkan perasaannya pada JIN YI WEI. Dan JIN YI WEI pun tak bisa mengingkarinya, ia memeluk QIAO HUA erat-erat dan berjanji saat misinya telah selesai, ia akan kembali menemui QIAO HUA. Ia berkata, “Jika kau membutuhkan aku, bunyikan saja lonceng kecil yang berada di pergelangan tanganmu. Dalam keadaan apapun, aku akan datang.”

Hari pertempuran itu tiba, JIN YI WEI berhadapan langsung dengan ‘perempuan ahli pedang’ yang diutus oleh Pangeran Cing untuk membunuhnya. Ia telah menetapkan hati, bahwa hari itu juga, siapapun yang menghalangi tujuannya, dia harus mati ditangannya. Tak peduli ia teman, lawan atau bahkan saudaranya sendiri. Pertempuran berlangsung dengan sengit dan seimbang. Adegan terakhir, saat mereka telah kehabisan darah dan tenaga, JIN YI WEI menangkap perempuan itu dan mendekapnya dari belakang agar perempuan itu tak bisa bergerak. Dengan satu hentakan yang sangat, ia mengarahkan tiga busur anak panah yang telah ia persiapkan dengan sedemikian rupa. Tiga busur anak panah terakhir yang telah ia janjikan untuk membunuh semua lawannya, walaupun harus mencabut nyawanya sendiri. Begitulah, dengan melesatnya tiga busur anak panah yang melesat ke arah jantung perempuan itu, melesat cepat dan menembus tubuh mereka berdua. Tumbanglah sang JIN YI WEI, seorang prajurit dengan keteguhan hati membela kepentingan kerajaan.

Setelah itu, kondisi kerajaan berangsur stabil. Para pemberontak ditangkap karena informasi yang disampaikan oleh QIAO HUA dan ayahnya. Sejak saat itu, QIAO HUA diangkat sebagai ‘pembela kebenaran’ yang baru, menggantikan JIN YI WEI. Hatinya perih kehilangan seorang yang sangat ia cintai, namun hal itu pula yang memberinya kekuatan untuk menggantikan tugas JIN YI WEI, yang membuat ia merasa dekat dengan JIN YI WEI dan menyimpan semua kenangannya dalam hati.

*Begitulah sodara-sodara, ringkasan ceritanya. Aku jadi sedih sekali setelah menonton filmnya, jadi iseng-iseng aku sisipkan lirik lagunya Astrid seperti di bawah ini:

Aku tersesat menuju hatimu

Beri aku jalan yang indah

Izinkan aku lepas penatku

Tuk sejenak lelap di bahumu

 

Dapatkah selamanya kita bersama

Menyatukan perasaan

Kau dan aku

Semoga cinta kita kekal abadi

Sesampainya akhir nanti

Selamanya

 

Tentang cinta  yang datang perlahan

Membuatku takut kehilangan

Kutitipkan cahaya terang

Tak padam didera goda dan masa

 

Dapatkah selamanya kita bersama

Menyatukan perasaan

Kau dan aku

Semoga cinta kita kekal abadi

Sesampainya akhir nanti

Selamanya

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: