MARI, KITA RENUNGKAN!

Seperti apapun hari ini semoga Tuhan mengusap lembut hatimu, menjadikan bagian orang-orang yang berjiwa tenang yang kelak datang pada-Nya dengan bercahaya, semoga harimu penuh kasih sayang-Nya, dan setiap peluh ternilai sebagai pemberat amal kebaikan.

Kutitipkan helai-helai ingatan pada desir angin, kusematkan tangkai kata rindu pada ranting malam, dan kumunajatkan segala asa untuk sendirian, semoga lelap tidurmu dalam dekapan-Nya hingga terbangun esok dalam rahmatnya.

Persahabatan dan persaudaraan itu tak kenal kesudahan, ia mengiringimu dalam hidup sebagai penyejuk, menyapamu dalam kesendirian yang melelahkan, dan menjagamu tetap dalam senyuman. Tuhan memberikan pelangi di setiap hujan, Tuhan menciptakan senyuman di tiap air mata, Tuhan memberikan kesembuhan di setiap luka, Tuhan mengirimkan dirimu sebagai seorang sahabat dan saudara.

Sahabat, ia memberi dengan ketulusan walau tanpa diketahui, bersedia berada di dekat kita meski kesibukan mendera, selalu tersenyum meski disakiti, tak pernah menyimpan dengki dalam hati, ia sangat senang saat kita lapang, sedih saat kita gundah, ia mengerti pentingnya menyapa walau dilupakan.

Jika kita merasa besar, periksa hati kita, mungkin ia sedang bengkak. Jika kita merasa suci, periksa jiwa kita, mungkin putihnya nanah dari luka nurani. Jika kita merasa tinggi, periksa batin kita, mungkin ia melayang kehilangan pijakan. Jika kita merasa wangi, periksa ikhlas kita, mungkin itu asap dari amal pahala yang hangus terbakar oleh riya’.

Bila pengorbanan adalah bukti peduli, biarlah segala penat dan keluh kita sebagai saksinya. Apabila tak terbalas, cukup Sang Penggenggam Kehidupan yang membalasnya. Keikhlasan itu tak terlihat, tapi memliki pancaran. Menjadi satu bangunan yang kokoh hingga tercurahkan kasih Tuhan pada setiap hembusan nafas.

Satu pelajaran dari semut, sesibuk apapun mereka, akan selalu berhenti untuk menyapa teman-temannya, dan satu hal indah yang ingin kusampaikan, berhentilah sejenak dari kesibukan dan menyapa orang di sekeliling kita.

Saat menuliskan rencana kita dengan sebuah pensil, jangan lupa, berikan penghapusnya kepada Tuhan. Biarkan Tuhan menghapus bagian-bagian yang salah dan menggantikan dengan rencana-Nya yang indah.

Tuhan menguji keikhlasan dalam kesendirian, memberi kedewasaan ketika masalah berdatangan, melatih ketegaran dalam kesakitan. Tetaplah teguh hati sertakan Tuhan di setiap langkah, jangan minta dikurangi bebanmu, tapi mintalah agar punggung ini kuat memikulnya.

Ketika kerjamu tak dihargai, maka saat itu kau sedang belajar tentang ketulusan, ketika usahamu dinilai tak penting, maka saat itu kau sedang belajar tentang keikhlasan, ketika hatimu terluka dalam, maka saat itu kamu sedang belajar memaafkan, ketika kau merasa lelah dan kecewa, ketika itulah kau sedang belajar tentang kesungguhan, ketika kau merasa sepi dan sendiri maka saat itulah kau belajar tentang ketangguhan.

Hidup adalah belajar. Belajar bersyukur meski tak cukup, belajar ikhlas meski kadang tak rela, belajar taat meski berat, belajar memahami meski tersakiti, belajar bersabar meski terbebani, belajar setia meski tergoda, belajar dan terus belajar dengan penuh keyakinan setegar karang. Walau hati seperti air laut bergelombang, kadang pasang kadang surut bahkan terbawa arus. Maka dari itu, kita harus belajar untuk tetap berada di jalan yang benar.

Bersyukurlah karena kita tidak memiliki semua yang kita inginkan, jika kita memiliki apapun yang kita inginkan apa lagi yang hendak dicari? Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang kita hadapi, karena itu memberi kesempatan kepada kita untuk tumbuh menjadi dewasa. Bersyukurlah atas keterbatasan yang kita miliki karena itu memberi kita kesempatan untuk berkaca diri. Jika kita memiliki satu alasan untuk mengeluh maka di sana ada seribu alasan untuk bersyukur.

Ada hari dimana tak semua harapan terpenuhi, ada hari dimana kebahagiaan ditakdirkan untuk orang lain bukan untuk kita, ada hari dimana keburukan seperti mengumpul bak palu godam yang menghantam nasib kita, ada hari dimana saat kita membutuhkan sahabat namun ia menjauh, ada hari dimana kita telah melakukan segalanya dengan sebaik-baiknya, tapi yang kita terima adalah duka. Namun, jika kita memilih berbesar hati dan bersyukur maka Tuhan akan tahu betapa besar cinta kita kepada-Nya.

Ketika kehidupan memberi satu alasan untuk menangis tunjukkan bahwa kita punya sejuta alasan untuk tersenyum. Lalui setiap detik dan akhiri dengan keikhlasan. Indahnya hidup bukan seberapa banyak orang mengenal kita tetapi sejauh mana orang menjadi bahagia karena mengenal kita.

***

Apa kabar hati? Masihkah ia berembun, merunduk tawadhu di pucuk daun? Masihkah ia berkarang, berdiri tegar menghadapi gelombang ujian? Apa kabar iman? masihkah ia berbintang, bercahaya terang menjadi tamu berkeluh kesah. Hati. Ia tak cukup hanya dijaga, tapi ia butuh diingatkan dan diarahkan dari getirnya rasa, dari buruknya prasangka dan dari keterlenaan asmara.

Tuhan, jika aku tersungkur karena lelah, tariklah tanganku agar berdiri kembali. Jika aku mengatakan mundur dan tak mau melangkah lagi, ingatkanlah aku tentang keindahan negeri di ujung jalan yang panjang ini. Jika suatu saat nanti kau lihat aku berkeluh kesah, maka ajarilah aku untuk tetap bersabar.

Mintalah pada Tuhan setangkai bunga yang indah, kadang malah kau dapati bunga kaktus yang berduri. Mintalah pada Tuhan peliharaan yang lincah, kadang pula kau dapati ulat berbulu. Silakan engkau protes, sedih, kecewa, MARAH! Betapa tidak adilnya Tuhan! Namun kemudian, kaktus itu berbunga indah bahkan sangat indah, dan ulatpun tumbuh dan berubah jadi kupu-kupu. Itulah jalan Tuhan, akan berakhir dengan indah pada waktunya.

Jangan bangga dengan berdasi karena pakaian terakhir kita adalah kafan. Jangan bangga dengan mobil dan motor karena kendaraan terakhir kita adalah keranda. Jangan bangga dengan tempat tidur empuk karena tempat tidur terakhir kita adalah tanah. Jangan bangga dengan rumah mewah karena rumah terakhir adalah kubur. Jangan bangga dengan titel karena titel terakhir kita adalah almarhum atau almarhumah.

***

Kawan,

Jangan menunggu bahagia, baru tersenyum.

Tapi tersenyumlah, maka engkau akan bahagia.

Jangan menunggu kaya, baru mau beramal.

Tapi beramal lah, maka engkau akan semakin kaya.

Jangan menunggu termotivasi, baru bergerak.

Tapi bergeraklah, maka engkau akan termotivasi.

Jangan menunggu dipedulikan orang baru mau peduli.

Tapi pedulilah dengan orang lain! maka engkau akan dipedulikan…

Jangan menunggu terinspirasi, baru menulis.

Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

Jangan menunggu proyek, baru bekerja.

Tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

Jangan menunggu dicintai, baru mencintai.

Tapi belajarlah mencintai, maka engkau akan dicintai.

Jangan menunggu banyak uang, baru hidup tenang.

Tapi hiduplah dengan tenang, maka bukan hanya sekadar uang yang datang, tapi damai sejahtera akan menyapa.

Jangan menunggu contoh, baru bergerak mengikuti.

Tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

Jangan menunggu sukses, baru bersyukur.

Tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

Jangan menunggu bisa, baru melakukan.

Tapi lakukanlah! Kamu pasti bisa!

Seribu kata akan dikalahkan oleh Satu Aksi Nyata!

Mari, kita menyongsong Tahun Baru. Semoga 2012 menjadi awal yang baik bagi kita semua. Mudah-mudahan sedikit renungan ini bisa menambah semangat baru, untuk  menyongsong masa depan yang lebih cerah. Tetap Semangat!

 ***

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: