TELADAN DAN PENGORBANAN

Image

Oleh : K.H. Hasan Abdullah Sahal

            Hidup memiliki sebuah fase transisi, yang berada dalam dua masa peralihan yang memiliki potensi perubahan yang sangat cepat dan tidak ringan. Kondisi ini hanya mampu tertangani oleh orang yang memang meiliki banyak pengalaman dan pengetahuan luas dalam menyelami aneka situasi dan kondisi. Terlebih mereka yang sempat mengalami ujian dan gejolak aneka tantangan kehidupan.

Generasi bangsa yang hidup di zaman penjajahan, perjuangan kemerdekaan dulu hingga masa reformasi, begitu nyata memiliki banyak perbedaan visi hidup. Sehingga, transformasi nilai, sikap dan pemikiran antar generasi pun mengalami kesulitan.

Banyak sekali pesan dan pola orangtua yang telah dicoba untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya tidak mudah dipahami karena begitu panjangnya rentang waktu, jauhnya jarak dan beda spesifikasi milliu (kecenderungan). Apalagi, jika pesan itu hanya disampaikan dengan baca tulis atau bicara dalam pelajaran sejarah yang disampaikan oleh orang yang tidak mampu mencontohkan perilaku positif yang layak diteladani muridnya, atau tidak mampu menerangkan bahwa yang buruk itu harus ditinggalkan.

Etika sopan santun adalah contohnya. Dengan sibuknya generasi transisi menjalani penuh dan cepatnya aneka kegiatan, anak-anak zaman ini menjadi sulit untuk menerima, apalagi mengamalkan etika tersebut. Ditambah lagi dengan derasnya hujaman pengaruh unsur-unsur luar yang masuk ke halaman dan rumah tangga generasi ini tanpa permisi.

Arus informasi sepertinya terasa lebih cepat dibanding kesempatan orangtua untuk mentransfer nilai-nilai luhur guna membentengi pengaruh negative arus tersebut terhadap anaknya. Contohnya, dulu para nenek kerap suka mendongeng cucu-cucunya sebelum tidur, namun kini dapat kita pertanyakan di mana mereka saat para cucunya hendak tidur? Jangankan mendongeng, justru cucu-cucu merekalah yang kini malah “ngedongengin” nenek-nenek mereka.

Salahkah ini? Itu belum tentu salah. Karena saat ini para nenek seperti sudah kehabisan dongeng, hingga cucu-cucu merekalah yang kemudian mengumpulkan cerita-cerita. Tentu dengan cerita-cerita para jagoan ala mereka, seperti Satria Baja Hitam, Ninja, Raja atau tokoh-tokoh khayali lainnya.

Banyak anak saat ini tidak mampu membedakan antara sejarah dan nasehat, cerita polos yang kosong dan sejarah masa lalu maupun riwayat yang bermakna, atau perbedaan lainnya. Dalam istilah betawi kerap didengar: “Boro-boro nolak sebelum nerime, bukannye nerime sebelum nolak, kayak kite ame orangtuwe kite dulu.” Generasi saat ini sepertinya telah lebih mengutamakan temuan dari luar, meski tak meyakinkan, dibandingkan nasehat, walau mungkin kedua-duanya juga dianggap tidak meyakinkan.

Pertanyaan teka-teki fenomena ini seperti kuis yang marak menjamur di masyarakat kita dewasa ini. Karena para orangtua memang kurang memiliki bahan yang kongkrit untuk dipercaya, guna membenarkan yang benar dan menyalahkan yang salah. Ditambah lagi dengan kekompakan kaum intelek, selebriti, public figure hingga media massa yang bersatu padu bergandeng-tangan bersama para tokoh, menyanyikan lagu baru karya besar komponis dunia sepanjang zaman, Prof.Dr.Iblis, Msc. berjudul “Amar munkar nahyi ma’ruf”.

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: