PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM ERA GLOBALISASI

Oleh             : Dra. Ida Aryani P.

Tugas           : Pustakawan

Unit kerja    : SMP Negeri 2 Demak

 

A.  Pendahuluan

Perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang tergabung pada sebuah sekolah, dikelola sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan dengan tujuan usaha membantu sekolah untuk mencapai tujuan khusus sekolah dan tujuan pendidikan pada umumnya… (Sulistyo Basuki, 1993:50-51).

Di samping itu dalam penjelasan Undang-undang Pendidikan Nasional kita, disebutkan bahwa salah satu sumber belajar di sekolah yang amat penting tetapi bukan satu satunya adalah perpustakaan.

Sebagai salah satu sumber belajar di sekolah perpustakaan membantu tercapainya misi dan visi sekolah tersebut. Mengingat pentingnya peran perpustakaan sekolah maka perlu adanya suatu pengelolaan atau manajemen yang tepat dan cepat sehingga fungsi perpustakaan sekolah benar-benar terwujud.

Namun masalahnya sekarang adalah tidak sedikit perpustakaan sekolah yang pengelolaannya masih kurang profesional. Kalaupun sudah baik, bagaimana perpustakaan sekolah mampu memenuhi kebutuhan penggunanya akan berbagai pengetahuan dan informasi secara mudah dan cepat di era globalisasi ini. Untuk itu diperlukan suatu sistem informasi managemen perpustakaan (SIM Perpus) dengan memanfaatkan komputer. Akan tetapi mampukah para pengelola perpustakaan terutama kepala sekolah sebagai pemegang kebijakan di sekolah mewujudkan perpustakaan sekolah yang berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan menggunakan SIM Perpus?

Tulisan ini dibuat dengan maksud untuk bertukar pikiran sesama pustakawan/pengelola perpustakaan sekolah tentang bagaimana seharusnya perpustakaan sekolah dikelola tidak saja secara manual tetapi dengan menggunakan TIK. Harapannya dengan TIK di perpustakaan sekolah akan dapat lebih mempermudah dalam mengelola pespustakaan terutama dalam mengakses data dan pencarian informasi pengetahuan yang dibutuhkan para pengguna perpustakaan sekolah.

B.  Pengelolaan Perpustakaan Sekolah

Agar perpustakaan sekolah dapat berperan dan berfungsi dengan baik, perlu dikelola oleh tenaga profesional yang memang benar-benar ahli dalam bidangnya. Tenaga pengelola perpustakaan sekolah atau biasa disebut petugas perpustakaan sampai sekarang sedikit yang berlatar belakang dari bidang ilmu perpustakaan, sehingga masih harus terus mengembangkan kemampuannya dalam mengelola perpustakaan.

Adapun kualifikasi atau kemampuan yang minimal harus dimiliki seorang petugas perpustakaan/pustakawan antara lain:

  • Wawasan bidang keahlian perpustakaan.
  • Menguasai organisasi tempat ia bekerja (termasuk mengetahui tujuan yang ingin dicapai oleh lembaganya).
  • Mengikuti perkembangan informasi pengetahuan minimal bidang studi yang diajarkan di sekolah.
  • Memiliki wawasan pengetahuan yang luas untuk memupuk dan pembinaan koleksi.
  • Memiliki jiwa pendidik, supel, ramah, dan pandai berkomunikasi.
  • Bertanggungjawab dan jujur.
  • Memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi.
  • Aktif, lincah dan terampil dalam mencari/menyebarluaskan informasi.
  • Memiliki hubungan luas dengan penerbit, toko buku, dan lembaga terkait.
  • Aktif mengikuti kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan bidangnya.
  • Mencintai bahan pustaka dan gemar membaca.
  • Mau mengembangkan diri dan sanggup bekerja keras.

Kriteria di atas cukup berat untuk memenuhi kualifikasi seorang pengelola/pustakawan yang diinginkan. Tetapi bila dijalankan dengan rasa ikhlas dan sepenuh hati akan dapat menjadikan seorang pustakawan yang handal yang nantinya akan menggerakkan roda perpustakaan ke arah tercapainya visi dan misi perpustakaan menghadapi era globalisasi. Namun demikian, perlu disadari bahwa siap tidaknya perpustakaan sekolah memasuki era globalisasi tidak cukup diselesaikan dari segi pengelolanya/pustakawan, akan terlebih pada komponen dalam system sekolah itu sendiri. Masalah klasik yang muncul hampir di setiap perpustakaan antara lain :

  • Penyediaan dana yang tidak memadai
  • Kurangnya tenaga yang profesional.
  • Kewenangan dan kepercayaan kepada pustakawan/petugas perpustakaan.
  • Pustakawan/petugas perpustakaan belum melaksanakan fungsinya secara
  • optimal.
  • Belum adanya penghargaan terhadap Pustakawan.

Dalam mengelola perpustakaan sekolah kualifikasi pertama yang harus dipenuhi seorang petugas perpustakaan sekolah adalah mengetahui tata kerja perpustakaan. Ada lima macam kegiatan pokok perpustakaan menurut Sumardji, yaitu pekerjaan :

  • Pengadaan bahan koleksi,
  • Pengolahan bahan koleksi,
  • Pelayanan Sirkulasi,
  • Pelayanan Referensi,
  • Administrasi perpustakaan.

Kelima kegiatan pokok diatas apabila sudah dilaksnakanan meskipun secara manual akan membawa ke arah pencapaian fungsi perpustakaan sekolah. Namun demikian sejalan dengan semakin banyaknya informasi pengetahuan di era globalisasi ini apabila masih menggunakan system manual perpustakaan akan banyak ditinggalkan penggunanya. Oleh karena itu penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan cara pemanfaatan komputer di perpustakaan akan lebih cepat dalam mengelola perpustakaan khususnya dalam pencarian literature/bahan koleksi/informasi di perpustakaan.

C. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Pengertian Teknologi Informasi menurut Aries Setya Nugraha ialah pengolahan dan penyebaran data dengan menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, telekomunikasi dan elektronika digital. (2004:.5). Sedangkan komunikasi adalah kegiatan saling berbagi pendapat, informasi, dan pesan antara berbagai pihak pada suatu waktu dan tempat tertentu. Istilah yang dipakai untuk menyatakan konsep pemanfaatan Teknologi Informasi di Perpustakaan adalah Automasi Perpustakaan (Library Automation) yang mempunyai pengertian penggunaan komputer untuk mengerjakan sebagian dari rangkaian tugas/pekerjaan di perpustakaan yang sebelumnya dikerjakan secara manual.

Penggunaan komputer dalam pengelolaan perpustakaan sekolah untuk saat ini adalah perlu, mengingat ilmu dan teknologi kian hari kian berkembang sangat pesatnya sehingga pustakawan harus bisa menerapkan tugas/pekerjaan pokok perpustakaan ke dalam bentuk file komputer. Semua data yang ada di perpustakaan dapat dimasukkan dalam komputer sehingga memudahkan dalam pengolahan maupun pelaporannya. Banyak program perpustakaan yang ditawarkan untuk mempermudah pengelolaan perpustakaan sekolah, namun demikian harus selektif dan jeli memilihnya supaya tidak menimbulkan kekecewaan dikemudian hari. Tentu saja pihak sekolah harus menyediakan dana yang besar untuk pengadaan program perpustakaan yang biasa dikenal dengan Sistem Managemen Perpustakaan (SIM Perpus).

Adapun Teknologi Informasi yang dapat digunakan di perpustakaan sekolah antara lain:

  • Pemasukan data koleksi perpustakaan yang biasanya disebut dengan buku induk/inventaris.
  • Pemasukan data anggota perpustakaan dan pencetakan kartu anggota.
  • Pembuatan dan pencetakan kartu katalog, label buku dan perlengkapan buku lainnya.
  • Peminjaman dan pengembalian buku dengan system barkode.
  • Pencarian data koleksi perpustakaan dan anggota perpustakaan.
  • Perhitungan denda keterlambatan pengembalian pinjaman.
  • Pelaporan data statistik perpustakaan : jumlah peminjam, jumlah buku yang dipinjam, jumlah pengunjung, jumlah koleksi perpustakaan baik pelaporan harian, bulanan, triwulan, semester maupun tahunan.
  • Pembuatan grafik data statistik perpustakaan.

Dampak teknologi informasi secara umum terhadap kehidupan bermasyarakat antara lain meningkatkan standar dan efisiensi kehidupan. Teknologi Informasi dapat menghemat waktu, tenaga, meningkatkan hasil, pengembangan produk dan pada akhirnya menghemat biaya (Aries Setyo N, 2004:5).

Pendapat tersebut sejalan dengan Adib Suharto dalam materi kursus Pengantar Otomasi Perpustakaan (1997:3) yang menyatakan bahwa penerapan Otomasi Perpustakaan dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan efektivitas kegiatan rumah tangga perpustakaan dan berorientasi tidak hanya kepada kepentingan pustakawan tetapi juga kepentingan pemakai perpustakaan. Selanjutnya dia mengutip pendapat M.B. Line tentang tujuan Automasi Perpustakaan sebagai berikut:

  • Untuk memberikan layanan yang lebih baik dengan biaya yang sama atau lebih murah.
  • Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Dari segi pengelola/pustakawan, perannya haruslah dinamis, yaitu lebih tanggap dan lebih jeli dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi dari pemakai dan tidak bisa lagi bersikap pasif menunggu pemakai, tetapi secara aktif harus bisa menawarkan informasi sesuai dengan minat pemakai dan memberi kemudahan akses ke berbagai sumber informasi.

D.  Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan :

1. Perpustakaaan sekolah sebagai salah satu sumber belajar di sekolah sangat perlu untuk mendapatkan dukungan/perhatian dari semua pihak terutama kepala sekolah baik dari segi dana, tenaga profesional, kewenangan dan kepercayaan penuh dari sekolah. Dengan demikian perpustakaan sekolah akan selalu berkembang dan terwujud tugas dan fungsinya.

2. Pengelolaan perpustakan sekolah dalam era globalisasi yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dengan menggunakan komputer akan lebih memudahkan dan mempercepat pekerjaan-pekerjaan perpustakaan yang pada akhirnya dapat memuaskan para pemakai perpustakaan sekolah.

3. Peran pustakawan/petugas perpustakaan sekolah dalam mengembangkan perpustakaan menghadapi tantangan dalam era globalisasi, haruslah bersedia untuk mengembangkan diri agar mempunyai kualifikasi yang baik sehingga dapat berperan membantu mewujudkan visi dan misi lembaganya.

E.  Penutup

Demikian makalah yang dapat penulis kemukakan berdasarkan literature yang penulis baca serta pengalaman bekerja di perpustakaan sekolah yang sudah menggunakan Tehnologi Informasi dan Komunikasi berupa Sistem Informasi Managemen Perpustakaan. Semoga bermanfaat .

Daftar Bacaan

Nugraha, Aries Setya. Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk SMP kelas VII. Jakarta: Erlangga, 2004.

Basuki, Sulistyo. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia, 1993.

Suharto, Adib. Pengantar Otomasi Perpustakaan : Materi Kursus Perpustakaan PSKP

Soegijapranata Semarang,1997.

Sumardji. Perpustakaan, Organisasi dan Tata Kerja. Yogyakarta: Kanisius,1991.

2 responses to this post.

  1. […] PBS PMR PENDIDIKAN ISLAMAD DAN ART ATPUSI ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA ASOSIASI TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH INDONESIA (ATPUSI)PENGELOLAAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM ERA GLOBALISASI […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: