Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

17

Judul Buku : Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

b. Pengarang : Idrus

c. Penerbit : Balai Pustaka

d. Cetakan Ke : 13

e. Ringkasan

Judul : Kisah Sebuah Celana Pendek

Tepat pada hari Pearl Harbor diserang Jepang, Kusno dibelikan ayahnya

sebuah celana pendek. Celana kepar 1001, Made In Italia. Pak Kusno buta

politik. Yamg ia ketahui hanya, bahwa anaknya sudah tidak punya celana lagi

yang pantas dipakai. Kala setiap orang yang sedikit banyak tahu politik di

seluruh dunia mengernyitkan dahinya, karena dendam, karena khawatir,

karena marah. Tapi keluarga Pak Kusno pada hari itu bergembira hati. Ia

telah berhasil, apa yang disangkanya tak mungkin terjadi, membelikan Kusno

sebuah celan pendek. Kusno yang saat itu baru berusia 14 tahun, baru tamat se-

kolah rakyat. Sekarang ia hendak melamar kerja, dan dengan celana baru itu,

rasanya segala pekerjaan untuknya.

Tapi ternyata Kusno tak secepat sangkaannya mendapat pekerjaan. Sam-

pai-sampai Kusno harus menurunkan harga dagangannya, dari juru tulis,

menjadi portir dari portir menjadi opas. Dan setelah sepuluh kantor Kusno sam-

bangi, akhirnya ia berhasil juga mendapat pekerjaan sebagai opas. Dengan gaji

10 rupiah sebulan.

Pak Kusno sedih, ia sendiri seorang opas. Mestikah anaknya menjadi

opas lagi? Turun-temurun menjadi opas? Tidak pernah ia bercita-cita bila kelu-

arganya menjadi keluarga opas. Kusno bekerja dengan rajin, tapi celana kepar-

nya makin lama makin pudar. Setiap bulan ia berharap untuk bisa membeli ce-

lana baru, namun apa daya untuk makan saja gajinya tidak cukup. Seluruh

pikiran Kusno tertuju pada celana kepar 1001 itu. Setiap hari ia berdoa, agar

Tuhan tidak turunkan hujan. Kalau pikiran Kusno mengenangkan celana

1001 ini, apalagi kalau tidak ada uang membeli sabun, sedang celana lagi

kotor. Rakyat sederhana tak mau perang, ia hanya mau hidup sederhana dan

hidup bebas dari ketakutan esol hari tidak punya celana lagi.

Kebanyakan bangsa Indonesia hidup dengan pengharapan akan kemer-

dekaan, Kusno hidup dengan pengharapan akan celana baru, berharap selama

3,5 tahun. Waktu Kusno melepas harapannya itu, celana 1001 itu sedah tidak

seperti celana lagi, disana-sini benangnya keluar dan dulu yang berwarna putih,

sekarang sudah kuning kehitam-hitaman.

Pada suatu hari Kusno sakit kepala. Dua hari dua malam tak ada yang

lain dimakannya selain daun-daun kayu.Sempat ingin menjual celana 1001

itu untuk membeli makanan yang pantas dimakan manusia,namun lekas di-

buangnya pikiran itu.Begitulah Kusno tak menjual celana,tidak mencuri,se-

ring sakit kepala dan hidup dengan daun-daun kayu.Tapi ia hidup terus,seng-

sara memang,tapi hidup dengan bangga.Tapi bagaimanapun juga,Kusno tak akan putus asa.Ia dilahirkan dalam kesengsaraan,hidup bersama kesengsaraan.

Dan biarpun celana 1001-nya lenyap menjadi topo,Kusno akan berjuang keras

melawan kesengsaraan,biarpun hanya guna mendapatkan sebuah celana kepar

1001 yang lain.

Pesan moral :

-manusia hanya berusaha sedangkan Tuhan yang menentukan.

-orang-orang besar yang mau perang, rakyat sederhana cuma

mau perdamaian.

-dengan kerja keras tanpa kenal putus asa, apapun hasilnya takkan

pernah sia-sia dan menjadi kebanggaan.

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: