Jalan Tak Ada Ujung

15

Judul                : Jalan Tak Ada Ujung

Pengarang        : Mochtar Lubis

Penerbit            : Yayasan Obor Indonesia

Cetakan           : ke – 3

Ringkasan         :

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia , Jakarta adalah kota yang sangat mencekam. Banyak terdengar suara “siap-siap” yang menandakan bahwa tentara sekutu datang. Banyak orang yang tidak bersalah meninggal sia-sia saja. Banyak juga pemuda yang membantu memperjuangkan kemerdekaan yang sudah didapatkan. Mereka mengumpulkan senjata untuk melawan sekutu NICA (No Indonesian Cares About). Walaupun hati mereka dilanda rasa takut, mereka terus berjuang. Tapi mereka tahu, bahwa sekali memilih sesuatu, maka mereka pasti akan mendapat banyak rintangan dan dan tidak dapat lari dari rintangan itu. Habis satu rintangan, maka muncul rintangan yang lainnya. Jalan yang tak ada ujungnya.

Itu juga yang dirasakan Isa dan Hazil. Isa adalah seorang guru yang mempunyai hati yang lembut dan tidak suka pada kekerasan. Sayang, ia tidak merasakan cinta dari sang istri. Kelurga mereka kekurangan. Guru Isa harus mencuri buku baru di kelas hanya untuk memberi keluarganya makan. Guru Isa paling tidak bisa melihat orang yang bersimbah darah atau mati, dan semua itu akan memunculkan mimpi buruk pada malam hari. Sedangkan Hazil adalah pemuda yang penuh semangat dan ia sangat pandai bermain musik. Awalnya, ayah Hazil, Kamaruddin, tidak mengizinkan Hazil untuk ikut berjuang. Tapi, melihat semangat Hazil, akhirnya sang ayah mengizinkan juga. Guru Isa dan Hazil dekat karena sangat suka bermain musik, terutama biola. Hazil sering datang ke rumah Guru Isa untuk bermain biola.

Suatu ketika, Hazil dan Guru Isa masuk dalam sebuah kelompok di daerahnya untuk mempertahankan kemerdekaan yang sudah ada. Sebenarnya Guru Isa tidak mau ikut kelompok itu, tapi jika dia tidak ikut, warga akan mengira bahwa ia adalah mata-mata sekutu. Pada suatu hari, Hazil dan Guru Isa harus menyelundupkan senjata ke Karawang. Mereka dibantu oleh Rachmat, salah satu pemuda yang ikut berjuang. Rencana mereka berhasil. Senjata itu berhasil diselundupkan dengan aman tanpa ketahuan sekutu. Walaupun begitu, muncul suatu ide bahwa Guru Isa mau mengungsi. Tapi, akhirnya ia mengurungkan niatnya karena ia harus terus membantu warga, walaupun dalam hati ia sangat takut.

Sampai akhirnya, sebuah rencana muncul. Rachmat dan Hazil akan melemparkan masing-masing satu granat ke tentara sekutu. Guru Isa diminta untuk melihat situasi setelah granat dilemparkan, memastikan bahwa mereka selamat. Rencana memang berhasil dengan sukses.. Ada beberapa sekutu yang meninggal. Tapi, suatu hari, salah satu diantara mereka ditangkap sekutu karena terbukti melakukan pelemparan granat tersebut. Hazil yang tertangkap. Ia dipukuli untuk memaksanya mengaku dan mengorek keterangan tentang pelaku lainnya. Akhirnya Guru Isa pun ditangkap. Walaupun dipukuli, Guru Isa tidak mau mengaku. Maka, ia dimasukkan ke sebuah ruangan, tempat di mana Hazil dikurung. Guru Isa melihat bahwa Hazil tidak lagi seperti dulu. Mukanya pucat, matanya merah, dan penuh luka-luka. Di matanya, tidak ada semangat yang membara seperti dulu. Ia merasa menjadi penghianat. Beberapa waktu kemudian, Guru Isa dibebaskan, tetapi Hazil tidak bebas. Hazil bukanlah Hazil yang dulu lagi.

Opini                :

Menurut saya, cerita ini bagus karena menceritakan perjuangan yang tangguh dan saling bahu-mebahu. Mereka pantang menyerah dalam memperjuangkan sesuatu. Alur yang ditampilkan jelas dan menegangkan. Tapi, bahasa yang digunakan lumayan susah karena berbeda dengan yang sekarang. Walupun begitu, cerita ini mempunyai banyak pelajaran moral yang dapat diambil sehingga cocok untuk dibaca oleh remaja agar penuh semangat.

Pelajaran moral:

– Pantang menyerah dalam menghadapi masalah.

– Selalu semangat dan berani menghadapi sesuatu.

– Harus membantu satu sama lain.

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: