Setengah Isi Setengah Kosong

7

1)        Judul Buku : Setengah Isi Setengah Kosong

2)        Pengarang : Parlindungan Marpaung

3)        Penerjemah : –

4)        Cetakan ke, tahun : XVI, 2008

5)        Penerbit : MQS Publishing

6)        Tebal : 334 halaman

7)        Harga : –

8)        Keterangan : Non Fiksi

 

CATATAN/MOTIVASI

Kasih Sayang

– Berbagi

Cerita tentang sepasang kakek dan nenek yang terbiasa untuk berbagi dalam kehidupan rumah tangga mereka. Termasuk berbagi gigi palsu. Berbagi mengindikasikan pengorbanan dan kerelaan untuk memberi.

– Ciuman Sang Ibu

Ciuman atau kecupan sayang seorang ibu yang tulus merupakan bukti cinta dan keindahan yang mendalam dan kesetiaan yang teguh tanpa harus terurai dalam kata-kata. Keteladanan sang ibu tampak dari untaian indah doa-doa yang mengalir disertai air mata untuk memanjatkan syukur dan permohonan kepada Sang Pencipta.

– Harga Waktu Ayah

Ketika anak masih kecil, sebagai orang tua (ayah) jarang mendengarkan mereka. Setelah mereka dewasa, mereka pun akan jarang mendengarkan orangtuanya. Inilah awal mulanya dikenal istilah kenakalan remaja, yang secara tidak sadar dikontribusikan terlebih dahulu oleh kenakalan orangtuanya yang telah berselingkuh dengan si pencuri waktu / kesibukan-kesibukan.

Patrick M.Morley: “Saya lebih memilih untuk tidak menjadi siapa-siapa, asalkan bisa menjadi seseorang yang berarti bagi anak-anak saya.”

Zig Ziglar: “Kehadiran dan percakapan Anda di hadapan anak-anakmu lebih dari ribuan hadiah.” Kurangnya komunikasi di rumah akan membuat anak mencari informasi dari dunia luar rumah yang belum tentu benar adanya.

– Hukuman

Kisah seorang ayah yang menghukum anaknya secara keras (memukuli tangannya dengan benda keras) sehingga menyebabkan tangan anaknya terluka dan harus diamputasi karena lambatnya pertolongan.

Hukuman biasanya lebih diarahkan pada pelampiasan kekesalan dan dendam pribadi, bukan perubahan tingkah laku sebagai tujuan pemberian hukuman itu sendiri. “Seorang pembuat peraturan harus keras pada dirinya sendiri untuk konsisten dengan aturan yang dibuat terlebih dahulu.”

– Rumah

Perlu kejernihan hati dan kebijaksanaan yang sungguh-sungguh dalam mengatur waktu untuk keluarga dan karir, memberikan perhatian yang optimal kepada keluarga merupakan investasi seumur hidup yang tidak akan dilupakan oleh keturunan kita kelak. Home sweet home!

– Segelas Susu

Tidak selamanya hidup ini stabil, ada saatnya kita mengalami goncangan hidup. Jabatan, kekayaan dan fasilitas yang dimiliki saat ini merupakan ‘baju’ yang bisa dilepas setiap saat. Namun, kebahagiaan yang diperoleh melalui memberi dengan tulus adalah sesuatu yang abadi.

– Mukjizat 1 Dollar 11 Sen

Mukjizat dan pertolongan Sang Khalik, terkadang datang secara tidak terduga, namun selalu tepat, tidak pernah terlalu cepat dan tidak pernah datang terlambat. Manusialah yang terkadang mempersepsikannya berbeda-beda. Bukan titik yang menyebabkan tinta, melainkan tinta yang menyebabkan titik. Bukan cantik yang menyebabkan cinta, melainkan cintalah yang menyebabkan cantik.

– Paman yang Baik

Keindahan hidup dapat kita rasakan manakala kita lebih banyak memberi daripada sekadar menerima. Sukses kita dalam menjalani kehidupan ini bukan dari apa yang sedang dan akan kita raih, melainkan dari seberapa banyak yang sudah kita berikan untuk sesama.

– Sio Mama

Aturlah jadwal untuk pulang, sekedar menjenguk orang tua. Mereka menantikan kehadiran kita. Hati akan semakin sedih ketika kita pulang hanya untuk melihat jasad mereka. Selamat menikmati kebersamaan dengan mereka, sebelum terlambat.

– Telinga Sang Ibu

Ada satu nasihat penting dari Dorothy Law Nolto yang patut kita simak:

Kalau seorang anak hidup dengan kritik, ia akan belajar menghukum. Kalau seorang anak hidup dengan permusuhan, ia akan belajar kekerasan. Kalau seorang anak hidup dengan olokan, ia belajar menjadi malu. Kalau seorang anak hidup dengan rasa malu, ia belajar merasa bersalah. Kalau seorang anak hidup dengan dorongan, ia belajar percaya diri. Kalau seorang anak hidup dengan keadilan, ia belajar menjalankan keadilan. Kalau seroang anak hidup dengan ketentraman, ia belajar tentang iman. Kalau seroang anak hidup dengan dukungan, ia belajar menyukai dirinya sendiri. Kalau seorang anak hidup dengan penerimaan serta persahabatan, ia belajar untuk mencintai dunia.

 

Komunikasi

– Arung Jeram

Nikmatnya menjalani kehidupan kita adalah justru karena setiap waktu kita berhadapan dengan jeram-jeram (tantangan, cobaan, ujian) kehidupan yang selalu berubah-ubah. Disinilah kompetensi diasah dan sikap mental harus diarahkan lebih positif.

– Ewuh Pakewuh

Seseorang yang sudah terlalu banyak menerima pemberian (kebaikan) orang lain, akan sulit untuk menegur si pemberi tersebut ketika yang bersangkutan melakukan kesalahan.

– Hati yang Menyapa

Komunikasi merupakan upaya, keterampilan, pengorbanan serta dorongan kejernihan hati untuk mau membuka percakapan dan mendengarkan orang lain dengan lebih saksama.

– Mana Kaus Kaki Saya?

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan nilai ketulusan ini salah satunya dengan meningkatkan aktivitas spiritual, bergaul dengan orang-orang yang tulus, membaca buku-buku bermutu dan melatih diri untuk tulus. Selamat melayani dengan tulus dan ketulusan Anda akan mendatangkan banyak teman dan handai taulan.

– Mudik

Kalau Anda hidup untuk dunia mendatang, Anda peroleh yang sekarang ini sebagai satu paket. Akan tetapi kalau Anda hanya hidup untuk dunia yang sekarang, Anda kehilangan kedua-duanya.

– Panjat Pinang

Kehidupan manusia itu tidak selalu stabil dan seimbang, ada naik turunnya. Mengucap syukur untuk setiap anugerah kehidupan yang dinikmati setiap hari merupakan langkah yang paling baik untuk bisa melalui kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan. Manusia yang malang di dunia ini bukanlah mereka yang tidak punya uang / miskin, melainkan mereka yang tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya.

– Parasut Terjun Payung

Kalau Anda ingin menempuh jarak jauh dan cepat, ringankanlah beban Anda. Tanggalkan segala iri, kecemburuan, ketidakrelaan mengampuni, sikap mementingkan diri sendiri dan ketakutan!

– Sahabat

Sahabat sejati adalah orang yang mau mendengar dan mengerti ketika Anda mengungkapkan perasaan Anda yang paling dalam. Ia mendukung ketika Anda tengah berjuang. Ia menegur dengan lembut penuh kasih ketika Anda berbuat salah, dan ia memaafkan ketika Anda gagal. Seorang sahabat sejati melecut Anda untuk pertumbuhan pribadi, mendorong Anda memaksimalkan potensi Anda sepenuhnya. Adapun yang paling menakjubkan, ia merayakan keberhasilan Anda seolah-olah keberhasilannya sendiri.

 

Motivasi

– Bakar Jembatan

Kehidupan ini ibarat jalan satu arah. Seberapa banyak pun perubahan rute yang Anda tempuh, tidak satu pun akan membawa Anda kembali. Begitu Anda mengetahui dan menerima hal itu, kehidupan akan tampak menjadi jauh lebih sederhana.

– Bayi

Tua sudah pasti, dewasa adalah pilihan. Bertambah usia adalah hal yang pasti dan tidak dapat dipungkiri lagi, namun terus tumbuh dan berkembang dalam peningkatan kualitas moral, spiritual dan sosial serta kompetensi adalah pilihan kita sendiri.

– Gajah Way Kambas

Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dihadapi, tidak ada langkah yang terlalu panjang untuk dijalani dan tidak ada orang yang terlalu sulit untuk dihadapi ketika kita mampu menyikapi setiap peristiwa yang terjadi dengan hati yang jernih dan kepala dingin. Apa pun itu, bukan peristiwanya yang penting, melainkan sejauh mana kita merespon peristiwa tersebut. Sang Pencipta tidak pernah menjanjikan langit yang selalu biru, namun satu hal yang pasti, setelah hujan reda selalu tampak pelangi.

– Hiu Kecil Kehidupan

Tantangan dan masalah merupakan tanda bahwa kita masih hidup. Tantangan sesungguhnya membuat seseorang semakin matang dan dewasa dalam perkembangan mental. Ketika tantangan kehidupan dirasa terlalu ringan dan belum ada dinamika yang dirasakan, mungkin kita memerlukan “hiu-hiu kecil” kehidupan yang membuat kita tertantang.

– Kesempatan

Orang bijak pernah membagi tiga jenis manusia. Pertama, manusia bodoh, yakni mereka yang selalu melalaikan dan mengesampingkan setiap kesempatan yang ada. Kedua, manusia baik, yakni mereka yang selalu mengambil kesempatan yang datang kepadanya. Sedangkan jenis manusia ketiga adalah manusia bijak, yakni mereka yang selalu mencari kesempatan yang memungkinkan dirinya untuk terus berkembang tanpa harus banyak menunggu.

– Kisah Dua Ekor Katak

Pepatah cina mengatakan, “Daripada mengutuki kegelapan, lebih baik ambil sebatang lilin dan nyalakan”. (Stephen Covey).

– Menyanyi

Mari kita memulai hari yang penuh dengan tantangan dan ketidakpastian dengan nyanyian optimisme dan penuh harapan.

– Setengah Isi Setengah Kosong

Para ahli mengatakan bahwa cara pandang ini sangat besar dipengaruhi oleh apa yang masuk melalui pikiran. Baik itu melalui media bacaan, tontonan, maupun hasil perbincangan dengan orang lain, juga sistem pola asuh di rumah. John Wesley pernah bertutur, “Lakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan, sampai Anda sudah tidak mampu lagi melakukannya.”

– Si Butet

Stress bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan bagaimana kita hidup bersamanya dan menikmatinya sebagai bagian dari bunga kehidupan. Beberapa upaya untuk meningkatkan kemampuan menghadapi stress:

1)      Menambah vitamin jiwa terus menerus setiap hari (meningkatkan ketakwaan dan kualitas ibadah).

2)      Mensyukuri apa yang sudah dimiliki.

3)      Berbagi dengan orang lain.

4)      Banyak membaca buku-buku biografi/buku bermutu lainnya.

5)      Menyempatkan diri untuk rekreasi bersama keluarga.

6)      Berolahraga secara teratur.

7)      Mengonsumsi makanan yang terkendali dan berserat.

8)      Berusaha mencari hal-hal yang lucu sehingga bisa tertawa.

9)      Menyanyi minimal satu kali dalam sehari.

– Siapa yang Mendorong Kita

Dorongan-dorongan yang ada dalam diri untuk bekerja akan mewarnai sejauh mana tingkat profesionalisme seseorang. Itulah sebabnya seorang professional tidak hanya tahu dan ahli terhadap sesuatu, melainkan juga seseorang yang dapat melakukan pekerjaan terbaiknya saat dia merasa tidak ingin melakukannya.

– Tokek Budek

Salah satu sifat manusia yang hingga kini masih mewarnai pergaulan adalah seseorang lebih mudah dan menyenangkan menceritakan hal-hal negatif tentang orang lain daripada yang positif. Demikian pula dalam perjuangan hidup manusia, semua orang punya hak untuk membicarakan yang negatif atau positif tentang diri kita. Tinggal bagaimana respon setiap orang dalam menanggapi segala isu negatif yang menerpa dirinya. Promod Batra mengatakan, “Perlakukan semua orang dengan sopan, bahkan mereka yang kasar kepada Anda. Camkanlah bahwa Anda menunjukkan sopan santun kepada yang lain bukan karena mereka orang terhormat, tetapi karena Andalah yang memilih bersikap demikian.

– Tugu

Kehidupan terbentuk bukan karena kita memegang kartu yang baik, melainkan karena memainkan dengan baik kartu yang kita pegang. Berarti yang penting bagaimana kita “memainkan” kehidupan ini dengan cantik dan harmonis dalam koridor dinamika suka dan duka. Sebuah nasihat dari ilmuwan India, Dr. Manmohan Singh, tampaknya patut untuk diingat. Beliau bertutur, “Tuhan menganugerahiku ketenangan untuk menerima hal-hal yang tidak dapat kuubah, keberanian untuk mengubah hal-hal yang dapat kuubah, dan kebijakan untuk mengetahui perbedaannya.

– Pertolongan di Musim Salju

Ciri-ciri tim yang produktif di antaranya adalah memiliki tujuan yang jelas, ada pembagian tugas dan tanggung jawab, saling mempercayai satu dengan yang lain, serta memiliki aturan dan disiplin kerja. Seorang psikolog pernah mengatakan, “Dua saja sudah dapat dikategorikan tim, bukankah kehadiran kita di dunia ini sebagai akibat dari kerja tim bergairah?

– Air Terjun Niagara

Dalam kehidupan spiritual, mempercayakan diri kepada Sang Pencipta berarti sadar bahwa Dia Maha Kuasa. Mempercayakan diri kepada Sang Pencipta berarti mengenal Dia melalui kehidupan ibadah yang baik, membaca Kitab Suci, beramal kepada sesama dan sebagainya. Terkadang dalam pengakuannya manusia percaya kepada Kebesaran dan Kemahakuasaan Sang Pencipta, namun tidak melakukan penyerahan total sehingga dia tetap saja merasa khawatir dan gentar ketika menghadapi permasalahan besar.

 

Profesionalisme

– Anjing dan Belalang

Masing-masing kita memiliki standar untuk berhasil yang berbeda-beda. Masalahnya kita sadar atau tidak, bahwa kita memiliki potensi untuk melakukan yang terbaik. Setiap diri manusia mempunyai benih-benih untuk sukses. Benih dan kemampuan untuk sukses ini, jika selanjutnya direnungkan, disadari, dan dijalankan dengan baik, maka akan melahirkan standar-standar kehidupan yang dapat diukur serta dicapai dengan baik pula.

– Biji Kopi

Setiap orang pasti mengalami permasalahan dan beban hidup yang silih berganti, baik dalam urusan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan pribadi. Maka, jadilah biji kopi! Ketika permasalahan muncul, cara pandang untuk menjadi biji kopi bisa memberi keharuman bagi keluarga, tempat kerja, maupun lingkungannya.

– EQ di Tempat Kerja

Semakin sering kita berelasi dengan orang lain, maka kita semakin terlatih untuk menyadari siapa diri kita di tengah-tengah lingkungan yang beraneka ragam tersebut. Kemudian jangan lupa untuk belajar memimpin diri sendiri sebelum kelak kita memimpin orang lain.

– Gara-gara Lumpia

Melayani dengan tulus dapat dimulai dari keseriusan menekuni dan menjalani profesi, tugas, maupun pekerjaan yang diamanahkan saat ini dengan meletakkan kepentingan orang lain lebih utama dari kepentingan diri sendiri. Proses ini membutuhkan waktu dan latihan, tidak seperti upaya membalikkan telapak tangan. Ungkapan Marthin Luther King kiranya patut menjadi renungan, “Jika seseorang terpanggil menjadi tukang sapu jalan, hendaklah ia menyapu jalan sebagaimana Michael Angelo melukis atau Beethoven menciptakan musik atau Shakespeare menulis puisi. Hendaknya ia menyapu jalan dengan sangat baik sehingga segenap isi surga dan bumi serentak menghentikan kegiatan mereka dan berkata, disini tinggal seorang penyapu jalan yang agung yang menjalankan tugasnya dengan sangat baik.” Selamat melayani dengan tulus!

– Kenikmatan yang Mematikan

Perbuatan yang melanggar susila, moral atau hukum pada awalnya sering mendatangkan kenikmatan. Akan tetapi, karena terlalu menikmati, tanpa disadari hal ini telah mematikan nilai kehidupan seseorang. Janganlah kita terjerumus pada kenikmatan semu karena akhirnya akan menuai penyesalan. Ingatlah tentang peraturan menggali lubang, “Jika Anda berada di dalamnya, berhentilah menggali!”

– Kerja dan Kesejahteraan

Sukses dalam bekerja berarti sukses menjalani apa yang sedang dikerjakan baik dalam suka maupun duka karena sukses bukanlah hasil akhir tetapi merupakan sebuah perjalanan. Kesuksesan kita bukan ditentukan oleh orang lain, melainkan ditentukan oleh diri kita sendiri. Kesuksesan dimulai ketika kita memulai sesuatu dan menjalaninya dengan perbedaan. John Sifonis mengatakan, “Different isn’t always better but the best is always different.” (Berbeda tidak selalu lebih baik, namun yang terbaik selalu berbeda). Kesejahteraan adalah gagasan, diperlukan langkah nyata untuk mewujudkannya. Kesejahteraan adalah tunas harapan, diperlukan optimisme untuk menumbuhkannya. Kesejahteraan adalah USAHA, diperlukan keteguhan hati untuk mencapainya.

– Kisah Kecoa Kecil

Perusahaan besar itu ibarat dinosaurus. Ketika berjalan semua binatang takut kepadanya, namun pada kenyataannya dinosaurus bukan punah karena berkelahi (berkompetisi) dengan dinosaurus lain. Namun, dinosaurus lupa kakinya kecil sehingga tidak dapat melihat kuman, kecoa, dan binatang-binatang kecil yang ada di sekitar telapak kakinya. Inilah awal kepunahan dinosaurus.

– Kupu-kupu

Untuk menjadi lebih baik, perubahan pertama yang memungkinkan adalah perubahan paradigma (perubahan cara berpikir) dan cara pandang. Bagaimana cara kita memandang kehidupan ini, bagaimana cara kita memandang setiap permasalahan yang dihadapi, atau bagaimana cara kita memandang perusahaan kita saat ini, akan sangat menentukan bagaimana kita melalui hari-hari kita selanjutnya.

Jika selalu memandang negatif dan terus mengeluh tentu akan membuat sikap mental kita menjadi lebih buruk. Sebaliknya, jika disikapi dengan optimis dan penuh harapan, maka proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik. Perubahan pola pikir ini selanjutnya akan diikuti dengan perubahan perasaan yang selanjutnya membuahkan perubahan tingkah laku.

– Lemparan Batu dan Pilihan

Kemenangan kita yang paling besar bukanlah karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita bangkit setiap kali jatuh. (Confusius).

Life is Choice, hidup adalah pilihan dan salah satu anugerah besar yang diberikan oleh Sang Pencipta pada manusia adalah The Power of Choice (kekuatan untuk memilih). Selamat memilih jalan menuju pemaknaan hidup yang optimal!

– Merdeka

Kini saatnya bangsa Indonesia untuk mewujudkan kemerdekaan yang dicita-citakan, merdeka dari penyelewengan, merdeka dari kesengsaraan, merdeka dari keserakahan, merdeka dari rasa dendam, merdeka dari kesewenangan, merdeka dari ketakutan, merdeka dari keterbelakangan demi masa depan yang lebih bermanfaat. (Nurcholis Madjid)

– Risiko Lentera Kehidupan

Kehidupan yang paling menyedihkan adalah ketidakberanian mengambil risiko sekecil apapun (safety player). Orang yang tidak mau mengambil risiko berarti dia tidak dapat meraih apa pun, tidak memiliki apa pun, tidak merasakan apa pun dan akhirnya tidak menjadi siapa-siapa. Nyalakanlah lentera kehidupanmu dengan risiko apa pun, besok mungkin sudah terlambat dan padam. Lebih baik mengambil risiko sekarang daripada selalu hidup dalam ketakutan. Konsep 3M Aa Gym: Mulai dari yang kecil, Mulai dari diri sendiri, dan Mulai sekarang juga! Dr. Lyndon pernah mengatakan bahwa orang yang menaklukkan orang lain adalah orang kuat, sedangkan orang menaklukkan dirinya sendiri adalah orang yang berkekuatan dahsyat.

– Rumah Tukang Kayu

Sesungguhnya, sikap terhadap kehidupanlah yang membuat kehidupan terasa pahit dan membosankan, sedangkan kehidupan sendiri berjalan sesuai dengan ritme alam yang mengaturnya sedemikian rupa. Sikap ini pula yang membuat setiap individu setengah atau sepenuh hati mengisinya. Apa yang dipikirkan biasanya akan mempengaruhi bagaimana sikap kita terhadap apa yang kita pikirkan tersebut dan selanjutnya akan mempengaruhi kinerja kita. Jack Hayford pernah mengatakan, “Masa lalu adalah persoalan yang sudah mati dan kita tidak mungkin meraih momentum untuk menuju hari esok kalau kita menyeret-nyeret masa lalu di belakang kita.” Charles Jones memprediksi bahwa satu-satunya perbedaan antara siapa Anda hari ini dengan siapa Anda lima tahun lagi akan tampak dari buku-buku yang Anda baca dan dengan siapa Anda bergaul serta dengan siapa Anda melewatkan waktu itu. Seorang arsitek pernah bertutur bahwa hidup adalah proyek yang kau kerjakan sendiri. Pada akhir perjalanan kita akan terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.

– Tahun Baru

Bukan Tahun Barunya yang penting, tetapi bagaimana setiap manusia mulai menata ulang sikap mentalnya untuk memasuki tahun baru. Bahkan, setiap orang akan mampu merayakan Tahun Baru kapan pun dengan ungkapan syukur karena ia berhasil mengubah cara berpikir, sikap, dan tingkah lakunya dalam bergaul dengan orang lain.

Tahun Baru bermakna menemukan jati diri yang sesungguhnya tentang makna kehidupan dan arti hidup. Mereka yang sudah menemukan makna Tahun Baru yang sesungguhnya akan melihat cakrawala yang berbeda tentang jabatan, harta, maupun pengakuan orang lain. Mereka justru melihat orang lain sebagai mitra untuk berbagi dari apa yang dimiliki dan melihat rekan lain sebagai teman yang perlu didukung untuk membantu memperoleh apa yang mereka dambakan.

– Tikus

Keserakahan, ketamakan, haus jabatan, ambisi yang berlebihan, jegal menjegal, ucapan-ucapan kasar dan tidak membangun, fitnah, serta gosip, merupakan bagian dari tikus dalam diri yang mungkin menghambat peningkatan nilai hidup kita sebagai manusia. Cara yang paling tepat untuk membasmi tikus dalam diri adalah dengan terus naik “terbang tinggi”. Upaya-upaya meningkatkan aktivitas spiritual (keagamaan) yang lebih tinggi lagi akan membuat tikus dalam diri tidak tahan dan perlahan-lahan mati.

– Tukang Batu

Individu yang ambisius memiliki tingkat stress yang lebih tinggi. Individu yang ambisius memiliki ritmne tubuh yang berbeda dan detak jantung yang lebih cepat serta tekanan darah yang sedikit lebih tinggi dari rata-rata. Bukankah hal ini memberikan kontribusi bagi terjadinya gangguan-gangguan metabolisme tubuh? Mungkin ada kalanya kita saat ini belajar menjadi “tukang batu” untuk membuka mata kesadaran kita bahwa segala sesuatu itu ada yang mengatur. Atau bisa saja Sang Pencipta mengizinkan kita berkelana ke sana ke mari terlebih dahulu untuk menemukan jati diri dan akhirnya terdampar menjadi “tukang batu” kembali. Ambisi yang proporsional selalu dilandasi dengan perencanaan yang matang, etika professional, dan visi hidup yang jelas. Seorang yang berambisi secara proporsional akan mengatahui mana bagiannya dan mana pula yang menjadi bagian-Nya.

 

Sikap Hidup

– Badrun Ketinggalan Pesawat

Dalam kehidupan sehari-hari ada begitu banyak si pencuri waktu yang telah menghambat produktivitas kerja. Beberapa cara untuk menghadapi si pencuri waktu adalah dengan mengatur jadwal harian secara sistematis, menetapkan skala prioritas untuk mengerjakan hal-hal penting dan mendesak terlebih dahulu, belajar menuliskan apa-apa yang akan dikerjakan, menutup kemungkinan masuknya si pencuri waktu (seperti televisi, program komputer tertentu, sibuk ber-SMS yang tidak proporsional, bercakap-cakap di telepon yang tidak ada ujung pangkalnya, bahkan cenderung bergosip). Untuk setiap menit kehidupan yang dijalani, jangan mengambil keputusan karena hal tersebut mudah, jangan pula mengambil keputusan karena itu murah dan jangan pula mengambil keputusan karena itu populer. Namun, ambillah keputusan karena hal itu benar.

– Bersahabat dengan Tujuan

Kita tidak dapat memastikan apa yang terjadi di tahun-tahun mendatang, namun kita dapat memilih dan memastikan tujuan hidup kita saat ini. Mulai dari tujuan hidup spiritual, sosial, fisik, mental, ekonomi dan keluarga dapat kita rancang dengan sungguh-sungguh hingga menjadi satu roda kehidupan yang dinamis dan bermakna. Orang yang memiliki tujuan hidup akan memiliki perspektif yang lurus dan benar ketika ia mencoba untuk menjalaninya. Tidak heran, Abraham Lincoln mengatakan, “Tidak ada orang yang tersesat di jalan yang lurus.” Sebuah pepatah Indian Kuno mengatakan, “When you were born, you cried and the world rejoiced. Live your life in such a manner that when you die, the world cries and you rejoice.” (Ketika kau lahir, kau menangis dan dunia berbahagia. Jalani kehidupanmu dengan berarti, maka ketika kau meninggal, dunia akan menangisimu dan engkau berbahagia).

– Burung Canada

Menilai seseorang tidak dapat dilakukan dari sekedar melihat penampilan luar saja. Tidak semua yang mengotori kita adalah musuh kita dan tidak semua yang membersihkan kotoran tersebut adalah rekan kita. Alangkah bijaksananya jika kita pun mampu menelusuri ada apa dibalik tingkah laku dan penampilan demikian.

– Jenghis Khan

Self Regulation (Pengendalian atau Penguasaan Diri) merupakan salah satu aspek penting dalam Kecerdasan Emosi/EQ. penguasan diri merupakan aspek yang perlu dilatih sejak dini. Tidak ada aspek kemampuan untuk menguasai diri yang turun dari langit, melainkan diperoleh dari proses yang panjang dalam pengalaman hidup selama berhubungan dengan orang-orang sekitar. Itulah sebabnya, Jack Paar, pernah bertutur bijak tentang dirinya sendiri, “Kalau menoleh ke belakang, kehidupan saya rupanya seperti jalan panjang yang penuh dengan rintangan, dengan diri saya sebagai rintangan utama.

– Jual Keledai

Jangan biarkan orang lain yang mengambil keputusan atas permasalahan yang kita hadapi, sebab hanya kitalah yang lebih tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

– Kebiasaan

Para ahli jiwa mengatakan bahwa 90% tingkah laku kita sehari-hari diwarnai dan dipengaruhi oleh kebiasaan kita. Pada mulanya kebiasaan kita membentuk semacam benang yang tidak terlihat. Tetapi dengan pengulangan, benang tadi melilit menjadi tali dan kemudian menjadi tambang. Setiap kali kita mengulangi sebuah tindakan, kita menambahkan dan menguatkan tindakan tersebut. John Dryden pernah bertutur, “Pertama kita yang membentuk kebiasaan, selanjutnya kebiasaanlah yang akan membentuk kita.” Penemuan lain dari para ahli, untuk menanggalkan kebiasaan buruk adalah dengan melakukan pengalihan kegiatan dari kebiasaan tersebut. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan kalau kita berniat, disertai usaha dan memohon kekuatan kepada Tuhan untuk memilih yang terbaik.

– Keledai

Dunia membutuhkan orang-orang yang mampu memilih untuk meletakkan permasalahan di bawah kakinya untuk segera diatasi, bukan hanya ditumpuk di atas kepalanya sambil terus menerus menggerutu. Mari kita memilih untuk menjadi yang terbaik bagi diri sendiri maupun orang lain.

– Petani dan Kuda

Seorang bijak pernah berkata, dalam situasi yang serba tidak menentu, satu hal yang tidak dapat berubah namun justru mampu mengubah dunia sekeliling kita, yaitu senyuman, perkataan dan ungkapan syukur. Itulah sebabnya Deepak Chopra dalam bukunya pernah berkata, “Kesehatan tidak hanya berarti tidak adanya penyakit, tetapi kebahagiaan dan rasa syukur dari dalam, yang mengendap dalam waktu yang lama.” Di balik ucapan syukur selalu ada optimisme yang luar biasa. Optimisme yang sesungguhnya adalah menyadari masalah tetapi mengenali pemecahannya, mengetahui kesulitan namun yakin bahwa itu dapat diatasi, melihat yang negatif tetapi menekankan yang positif, menghadapi yang terburuk, namun mengharapkan yang terbaik, dan punya alasan untuk menggerutu tetapi memilih untuk tersenyum. Jadi, mengucap syukurlah dalam segala hal.

– Tabur Tuai

Bagaimana akhir hidup tergantung dari bagaimana kita memulai dan menjalani hidup. Inilah bagian yang penting dari hukum tabur tuai. Apa yang ditabur, itu pula yang akan dituai kemudian hari. Selamat menabur benih yang baik dan halal!

– Teladan

Menjadi teladan merupakan tanggung jawab mutlak bagi setiap individu yang memiliki kewenangan dan diangkat menjadi orang yang lebih tinggi di antara sesamanya, setidak-tidaknya dalam posisi sebagai kepala keluarga, ibu rumah tangga, atau posisi apapun itu dalam lingkungan, organisasi, maupun masyarakat. Tuntutlah diri sendiri dulu sebelum menuntut orang lain!

– Tertawa

Pepatah bijak berkata, “Jika sekali tertawa dalam sehari menunjukkan bahwa kita masih hidup, maka dua kali sehari berarti masalah biasa diatasi. Sedangkan tiga kali sehari menunjukkan harapan dan optimisme, serta empat kali menghantarkan kita pada kemampuan untuk mengatasi masalah dengan baik. Akhirnya, jika lima kali kita tertawa dalam sehari, maka itu akan membuat kita lebih panjang umur.

Tertawa merupakan pilihan hidup. Masalah tidak akan selesai jika selalu diliputi oleh kemurungan dan penyesalan yang terus menerus. Menyediakan hati yang gembira untuk tertawa sejenak akan semakin membuka cakrawala pemecahan masalah yang ada dan meredakan ketegangan yang muncul. Jadi, tertawalah agar fisik dan mental kita sehat. Selamat tertawa!

– Ujian Hidup

Billi P.S.Lim dalam bukunya Dare to Fail mengatakan, “No failure, only success delayed.” (Tidak ada kegagalan, melainkan hanya sukses yang tertunda).

Tanda bahwa manusia masih hidup adalah ketika dia mengalami ujian, kegagalan, dan penderitaan. Lebih baik kita tahu mengapa kita gagal daripada tidak tahu mengapa kita berhasil. Ketika ujian hidup datang, jangan berdoa supaya ujian itu berlalu, melainkan berdoalah, “Wahai Sang Maha Pencipta, berilah aku kekuatan untuk melalui dan menghadapi ujian hidup ini.” Selamat merenungkan dan meraih makna hidup melalui ujian hidup.

– Aku Bukan Ayam

Hidup manusia sungguh berharga, karena manusia diciptakan secara sempurna daripada makhluk lainnya. Sekalipun di sana sini kita memiliki kekurangan, namun tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kehadiran kita di dunia ini bukanlah tanpa rencana Sang Pencipta. Sang Pencipta tidak pernah kecewa dengan kelahiran kita. Kini, saatnya untuk kembali ke fitrah manusia yang sesungguhnya sebagai makhluk yang memang telah direncanakan untuk hadir di dunia ini. Saatnya pula untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan yang dilarang-Nya.

– Hakikat Pagar

Ketika berhadapan dengan masalah, apa pun itu, saatnya kita mengingat kembali dan merenungkan apa sebenarnya hakikat dari semua yang terjadi. Dengan demikian, kita akan fokus ketika mengidentifikasi dan menyusun langkah-langkah penyelesaiannya. Hasil yang diharapkan pun akan optimal, efektif dan efisien. Belajar dari banyak orang, sering membaca buku merupakan cara-cara yang dapat direkomendasikan untuk mengembangkan kemampuan mencari hakikat ini. Seorang ahli bahkan mengemukakan bahwa dengan rajin mendokumentasikan (mencatat) setiap masalah yang dihadapi dan menulis rencana penyelesaiannya, kita akan mampu menemukan inspirasi dalam menghadapi sesuatu di kemudian hari.

– Penceramah Bingung

Upaya untuk menemukan dan menjadi diri sendiri: Give Yourself (penyerahan diri secara total kepada Sang Pencipta), Know Yourself (kenalilah dirimu sendiri), Be Yourself (menjadi diri sendiri). Menjadi diri sendiri, sekaligus menanamkan konsep bahwa setiap manusia dicipta untuk tujuan yang spesifik dari Sang Pencipta dan tidak ada satu pun manusia yang dicipta sia-sia. Setiap manusia itu sama, yang membedakan hanya tingkat takwa kepada-Nya.

– Pengorbanan Demi Orang Lain

Pengorbanan merupakan ungkapan syukur untuk berbagi kepada sesama karena kita telah menerima karunia kasih sayang-Nya dalam setiap sendi kehidupan. Setiap perbuatan baik dan pengorbanan yang dilakukan tidak akan luput dari penglihatan Sang Pencipta yang dapat memberi balasan setimpal dengan apa yang telah diberikan.

Horace Mann, dalam salah satu tulisannya menyebutkan, “Tidak berbuat apa-apa bagi sesama itu sama dengan meniadakan diri sendiri. Kita harus bersikap baik dan murah hati, kalau tidak, kita melewatkan bagian terbaik dari keberadaan. Hati yang melampaui dirinya sendiri menjadi lebih besar dan penuh sukacita. Ini rahasia besar kehidupan batin. Kita paling menguntungkan diri sendiri ketika kita berbuat sesuatu bagi sesama.

OPINI:

1)   Cerita yang dituturkan dalam buku ini bukan saja dapat menjadi sumber inspirasi, melainkan juga mampu membuat kita tersenyum sambil berkaca diri.

2)   Buku ini dapat menyegarkan pikiran untuk tetap tegar menatap tajam asa di depan yang pastilah terang bagi mereka yang percaya.

3)   Inilah buku yang akan mengubah cara pandang Anda tentang tantangan, kesulitan dan pilihan, menjadi bernilai positif.

AMANAT:

1)   Cara pandang yang positif akan sangat mempengaruhi efektivitas kerja, bahkan seluruh gerak hidup kita.

2)   Mereka yang mempunyai cara pandang positif akan memiliki keinginan untuk melakukan lebih dari yang diminta dan memiliki watak pekerja cerdas.

3)   Optimisme yang sesungguhnya adalah menyadari masalah serta mengenali pemecahannya.

One response to this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: