Filosofi Kopi

images1

  • Judul Buku             : Filosofi Kopi
  • Pengarang             : Dewi “Dee” Lestari
  • Penerjemah             : –
  • Cetakan ke, tahun             : 3, 2012
  • Penerbit             : Bentang
  • Tebal             : xiv + 142 halaman; 20 cm
  • Harga             : –
  • Keterangan
  1. Kategori : Fiksi
  2. Call number : 813 Dee f
  3. ISBN/ISSN : 978 602 8811 61 3
  4. Bahasa : Indonesia
  5. Tempat Terbit : Yogyakarta
  6. Tempat Pinjam : Smasa Coolibra
  • Lain-lain
  1. Tokoh : –
  2. Sinopsis : –
  3. Opini : Buku yang sangat bagus, baik untuk orang awam maupun filosofer sejati.
  4. Amanat : –
  5. Catatan/Motivasi :
  • Sukses adalah wujud kesempurnaan hidup. (p.13)
  • Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya. (p.27)
  • Tiada yang lebih indah dari cinta dua orang di pagi hari. Dengan muka berkilap, bau keringat, gigi bermentega dan mulut asam. Mereka masih berani tersenyum dan saling menyapa ‘Selamat Pagi’. (p.55)
  • Saat seperti ini selalu membuatku berpikir, jangan-jangan aku yang terlahir cacat. Ada satu bahasa di semesta ini yang tidak terikut dalam paket genetikku, makanya aku selalu gagal mengerti. Padahal seorang ahlinya ada sangat dekat di sini. Egi, guru besar bahasa aneh itu. Bahasa dari planet tempat cinta punya logika serta hukum sendiri. Aku dikutuk selamanya menjadi makhluk ekstra terrestrial. (FK, Sikat Gigi:60)
  • Rasa ini seakan irasional dan buta. Aku tidak mau kehilangan dia. (FK, Sikat Gigi:67)
  • Setiap jenjang memiliki dunia sendiri, yang lelalu dilupakan ketika umur bertambah tinggi. Tak bisa kembali ke kacamata yang sama, bukan berarti kita lebih mengerti dari yang semula. Rambut putih tak menjadikan kita manusia yang segala tahu. Dapatkah kita kembali mengerti apa yang ditertawakan bocah kecil, atau yang digejolakkan anak belasan tahun seiring dengan kecepatan zaman yang melesat meninggalkan? Karena kita tumbuh ke atas, tapi masih dalam petak yang sama. Akar kita tumbuh ke dalam dan tak bisa terlalu jauh ke samping. Selalu tercipta kutub-kutub pemahaman yang tak akan bertemu kalau tidak dijembatani. Jembatan yang rendah hati, bukan kesombongan diri. (FK, Jembatan Zaman:69)
  • Larilah dalam kebebasan kawanan kuda liar. Hanya dengan begitu, kita mampu memperbudak waktu. Melambungkan mutu dalam hidup yang cuma satu. (FK, Kuda Liar: 71)
  • Bagaimana mungkin kamu jadikan tubuhmu sangkar bagi perasaan? Bukankah perasaanlah kandang dari jasad ini? Dalam diammu aku mendengar banyak suara. Diammu berkata-kata. Tangisanmu yang tak terlihat merobek ruang waktu dan mengampiriku dengan caranya sendiri. Mari, kususutkan air mata itu, kukecup keningmu halus, dan kutidurkan kepalamu di atas perutku yang hangat. Mari… Kau dan aku menghembuskan nafas. Tak lagi pengap. Tidak ada yang bergerak. Namun, diam itu telah runtuh oleh diam. (FK, Diam: 85)
  • Mimpi tak berlengan, tetapi akan selalu ada jika engkau menginginkan. Ketika badai datang atau api menelan bangunanmu, batu-batu itu tak akan hancur atau jadi abu. Mereka hanya menunggu uluranmu, kekuatan hatimu, dan satu lagi rancangan cetak biru. (FK, Cetak Biru:101)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: