Pengantar Ilmu Tarekat (Uraian Tentang Mistik)

index5

  • Judul Buku             : Pengantar Ilmu Tarekat (Uraian Tentang Mistik)
  • Pengarang             : Prof. Dr. H. Aboebakar Atjeh
  • Penerjemah             : –
  • Cetakan ke, tahun             : 6, 1990
  • Penerbit             : CV. Ramadhani
  • Tebal             : 419 halaman
  • Harga             : –
  • Keterangan
  1. Kategori : Non Fiksi
  2. Call number : 297 Atj p
  3. ISBN/ISSN : –
  4. Bahasa : Indonesia
  5. Tempat Terbit : Solo
  6. Tempat Pinjam : Smasa Coolibra
  • Lain-lain
  1. Tokoh : –
  2. Sinopsis : –
  3. Opini : Buku yang sangat bagus, top markotop deh!
  4. Amanat : –
  5. Catatan/Motivasi :
  • Tiap-tiap tarekat itu mempunyai filsafat dan cara-cara pelaksanaan sendiri-sendiri mengenai segala amal ibadah yang diperintahkan oleh Allah dan Rosulnya.
  • Tidak mudah mencari bahan sejarah tiap-tiap tarekat untuk dikumpulkan dan diperbandingkan dalam sebuah kitab, karena jarang tokoh-tokoh tarekat itu membukukan dan mengemukakan sejarah perkembangan tarekatnya masing-masing, karena takut riya’ dan takabbur.
  • Tasawwuf dan tarekat itu bukan sesuatu yang diadakan di luar Islam (bid’ah), tetapi merupakan usaha pelaksanaan daripada peraturan-peraturan syari’at Islam yang syah.
  • Syari’at itu tidaklah sempurna jika tidak dilakukan menurut jalan, thuruq atau tarekat yang ditunjukkan.
  • Tarekat merupakan bagian terpenting dari pelaksanaan tasawwuf. Mempelajari tasawwuf dengan tidak mengetahui dan melakukan tarekat merupakan suatu usaha yang hampa.
  • Qur’an dan Sunnah Nabi itu, yang merupakan ilmu syari’at, baru berbuah jika dilaksanakan di bawah pimpinan guru/mursyid yang bijaksana dalam tarekat karena ilmu syari’at dan tarekat tidak dapat dipisahkan. Jika ilmu pengetahuan umum saja kita memerlukan guru untuk mempelajarinya apalagi ilmu agama/ilmu tentang Tuhan yang terkadang melampaui cara berpikir manusia.
  • Tujuan sufi dalam pendidikan akhlak yaitu membawa manusia kepada kehidupan yang wara’ (tidak tamak).
  • Satu demi satu tokoh sufi muncul sejak abad kedua dan ketiga hijriah, dan akhirnya mendapat perhatian dari umat Islam. Mereka bersatu dalam tujuan yaitu meresapkan rasa ketuhanan dan mencetak manusia yang ikhlas.
  • Jika kamu menghendaki surga, pergilah belajar kepada ahli fikih, tetapi jika kamu menghendaki Allah yang memiliki surga itu, belajarlah pada ahli tasawwuf.
  • Jalan menuju ke surga ialah ajaran syari’at, sedangkan jalan kepada Allah dicapai dengan tasawwuf.
  • Tarekat artinya jalan, petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah sesuai dengan ajaran yang ditentukan dan dicontohkan oleh Nabi dan dikerjakan oleh sahabat dan tabi’in, turun-temurun sampai kepada guru-guru, sambung-menyambung dan rantai-berantai. Guru-guru yang memberikan petunjuk dan pimpinan ini dinamakan Mursyid yang mengajar dan memimpin muridnya setelah mendapat ijazah dari gurunya pula sebagaimana tersebut dalam silsilahnya. Dengan demikian ahli tasawwuf yakin, bahwa peraturan-peraturan yang tersebut dalam ilmu syari’at dapat dikerjakan dalam pelaksanaan yang sebaik-baiknya.
  • Syari’at itu merupakan peraturan, tarekat/tasawwuf itu merupakan pelaksanaan, hakekat merupakan keadaan dan ma’rifat itu adalah tujuan.
  • Barangsiapa mempelajari fikih saja tidak mempelajari tasawwuf maka dia fasik, barangsiapa mempelajari tasawwuf saja dengan tidak mengenal fikih, maka dia itu zindiq, dan barangsiapa mempelajari serta mengamalkan kedua-duanya, maka dia itulah mutahaqqiq, yaitu ahli hakekat yang sebenar-benarnya.
  • Sebagai contoh: thoharoh/bersuci menurut syari’at dilakukan dengan air/tanah, tetapi ada tingkat yang lebih tinggi dengan tidak keluar dari garis syari’at bahkan lebih menyempurnakan, yaitu thoharoh secara tarekat, dengan membersihkan diri kita daripada hawa nafsu sehingga kebersihan itu dilakukan secara hakekat, yaitu mengosongkan hati kita daripada segala sesuatu yang bersifat selain Allah.
  • Tiap-tiap tarekat yang diakui syah oleh ulama harus mempunyai lima dasar yaitu, 1) menuntut ilmu untuk dilaksanakan sebagai perintah Tuhan, 2) Mendampingi guru dan teman setarekat untuk meneladani, 3) Meninggalkan rukhsah dan ta’wil untuk kesungguhan, 4) Mengisi semua waktu dengan doa dan wirid/dzikir, 5) Mengekang hawa nafsu untuk keselamatan.
  • Ilmu tarekat yang mula-mula tidak lain merupakan suatu cara mengajar/mendidik, lama-lama meluas menjadi kekeluargaan, kumpulan yang mengikat penganut-penganut sufi yang sepaham dan sealiran, guna memudahkan menerima ajaran-ajaran dan latihan-latihan dari pemimpinnya dalam suatu ikatan yang bernama tarekat.
  • Tarekat itu semacam kumpulan amal, yang dipimpin oleh seorang guru yang dinamakan mursyid atau syeikh tarekat, pengikutnya dinamakan murid, gedung tempat riyadhah dinamakan ribath/zawiyah, kitab-kitabnya mengenai ilmu fikih maupun mengenai ilmu tasawwuf yang sudah diberi corak suatu tarekat yang khusus, mempunyai doa dan dzikir/wirid yang khusus pula, perjanjian-perjanjian tertentu dari murid terhadap gurunya yang disebut bai’at sehingga tarekat merupakan suatu kekeluargaan, ukhuwah yang berbeda satu sama lain dengan silsilah yang diakui kebenarannya sampai kepada Nabi SAW.
  • Wasilah: jalan yang menyampaikan hamba kepada Allah.
  • Rabithah: hubungan/ikatan. Rabithah pada ahli tarekat ialah bersahabat atau sebanyak mungkin beserta dengan mursyid.
  • Menjalani suluk yaitu meninggalkan segala kekayaan dan kesenangan dunia, membulatkan niat dan tekad untuk memilih jalan akhirat menyampaikannya kepada Tuhan.
  • 5 perkara yang harus dilaksanakan dalam menjalani suluk: 1) Melakukan taubat di depan Mursyid, 2) Berbekal taqwa, 3) Membawa senjata: dzikir, 4) Membawa kendaraan: himmah, yaitu kesungguhan hati dan iktikad bulat akan menjalani suluk terus-menerus, 5) Memilih dan mentaati guru yang mengetahui jalan kepada Tuhan dan membimbingnya dalam mencapai tujuan tersebut.
  • Seorang salik yang baik tidak pernah memutuskan wiridnya, karena dengan terputusnya wirid itu maka terputus pula pertolongan dan berkah pada hari itu.
  • Khalwat yang baik yaitu dalam suatu tempat yang kelam, kepala tertutup dengan kain, kelopak matanya terpejam, dan seluruh anggota badannya tidak bergerak.
  • Banyak ulama berpendapat bahwa dzikir orang-orang yang kamil dan ahli hakekat ialah cukup dengan lafadz “Allah, Allah” atau dengan lafadz Jalallah yang lain. Syeikh Ibnu Arabi menganggap dzikir “Allah, Allah” itu adalah dzikir yang sebaik-baiknya dalam khalwat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: