The One Minute Teacher (Guru Satu Menit)

The-One-Minute-Teacher-GURU-SATU-MENIT

  • Judul Buku             : The One Minute Teacher (Guru Satu Menit)
  • Pengarang             : Spencer Johnson
  • Penerjemah             : Drs. Sigit Purwanto
  • Cetakan ke, tahun             : 7, 2011
  • Penerbit             : Erlangga
  • Tebal             : 119 halaman
  • Harga             : –
  • Keterangan
  1. Kategori : Non Fiksi
  2. Call number : 155.2 Joh o
  3. ISBN/ISSN : 978 979 781 435 1
  4. Bahasa : Indonesia
  5. Tempat Terbit : Jakarta
  6. Tempat Pinjam : Smasa Coolibra
  • Lain-lain
  1. Tokoh : –
  2. Sinopsis : –
  3. Opini : –
  4. Amanat : –
  5. Catatan/Motivasi :
  • Ada tiga teknik sederhana: Satu: Menetapkan Sasaran Satu Menit. Dua: Memberikan Pujian Satu Menit. Tiga: Menggunakan Perbaikan Satu Menit.
  • Setiap kita adalah murid sekaligus guru. Kita berada pada kondisi terbaik ketika kita masing-masing mengajar diri sendiri tentang apa yang perlu kita pelajari.
  • Belajar akan lebih menyenangkan bila aku mampu mengajar diriku sendiri.
  • Aku mengambil waktu satu menit beberapa kali dalam sehari untuk melihat sasaran-sasaranku serta melihat apa yang ingin kupelajari.
  • Setiap hari kita melakukan banyak hal dengan benar, namun kita gagal mengenali keberhasilan-keberhasilan kecil kita.
  • Semakin kita memiliki motivasi diri, semakin besar kemungkinan untuk memenuhi potensi diri.
  • Aku bisa lebih mudah mengajar diri sendiri tentang apa yang ingin kupelajari, dengan mengambil waktu satu menit untuk mendapati diriku melakukan sesuatu dengan benar.
  • Cara terbaik untuk tetap berada pada jalur yang benar adalah memperhatikan perilakuku dengan sungguh-sungguh dan mengoreksi setiap kesalahan kecil sesegera mungkin.
  • Ketika aku melihat bahwa perilaku ”burukku” menghalangi diriku untuk belajar apa yang ingin kuajarkan kepada diri sendiri, aku mengingatkan diri bahwa aku baik, aku lebih baik daripada perilakuku. Diriku yang baik mengubah perilaku ”burukku” dan aku memperbaikinya.
  • Aku tahu aku bukan perilakuku. Aku dapat mengubah perilaku apapun yang kurasa buruk untukku. Karena aku selalu memiliki sisiku yang baik untuk diandalkan.
  • Dengan Perbaikan Satu Menit, kita hanya perlu berkonsentrasi pada perilaku kita saat ini, yang pada gilirannya akan menjadi perilaku masa depan kita.
  • Saya perhatikan bahwa ketika saya menggunakan Perbaikan Satu Menit secepat mungkin atas perilaku saya yang keliru; maka hal itu akan cenderung lebih membantu mempengaruhi perilaku masa depan saya.
  • Perbaikan Satu Menit bukan saja membantu kita mendapatkan Sasaran Satu Menit kita, melainkan juga membantu kita melihat bahwa kita sendirilah yang bertanggung jawab atas kehidupan kita sendiri.
  • Perbaikan satu menit bukan hanya menunjukkan bahwa kita bebas melakukan kesalahan, tetapi juga bebas memiliki perasaan negatif tentang kesalahan kita – bukan tentang diri kita. Perasaan itu penting, jadi penting sekali kita belajar berurusan dengan perasaan. Kita tidak akan dianggap rendah karena memiliki perasaan negatif.
  • Hambatan harus diatasi, bukan dihindari atau dielakkan.
  • MENETAPKAN SASARAN SATU MENIT (SSM):
  • Aku mengambil waktu berpikir dengan tenang tentang apa yang benar-benar kuinginkan untuk mengajar diri sendiri. Kemudian aku memutuskan apa yang menjadi sasaranku.
  • Aku menulis sasaran-sasaranku dengan menggunakan kata ganti orang pertama dan bentuk waktu sekarang, seolah-olah aku telah mencapainya. (contoh: aku lebih banyak mendengarkan dan memperhatikan pelajaran di dalam kelas, dan sekarang pekerjaan rumahku terasa lebih mudah. Atau: aku sedang menikmati nilai A dalam pelajaran matematika).
  • Aku menulis sasaranku dengan singkat, sehingga aku bisa sering membacanya kembali dalam waktu hanya satu menit.
  • Aku menetapkan jangka waktu tertentu untuk mencapai sasaranku dan aku menyebutkan dengan tepat apa yang akan terjadi. Atau: Aku menulis sasaranku secara spesifik. Aku menetapkan tanggal tertentu untuk mencapainya, contoh: aku sedang menikmati nilai A pada ujian Bahasa Inggris pada hari Kamis ini.
  • Sementara aku membaca sasaranku, aku membayangkan betapa senang rasanya bila sasaran tersebut tercapai. Semakin sering aku merasakannya semakin besar kemungkinan sasaran itu terwujud. Aku memakai kata-kata yang menyenangkan hati, misalnya: ”aku menikmati….. ”. Setiap kali membaca sasaranku, aku membayangkan betapa senang rasa hatiku.
  • Aku melihat perilakuku, apakah sesuai dengan sasaranku. Aku mengambil waktu satu menit, beberapa kali sehari, untuk berhenti dan melihat sasaran-sasaranku serta melihat perilakuku, kemudian aku melihat apakah perilakuku sesuai dengan sasaranku.
  • PUJIAN SATU MENIT-KU (PSM1):
  • Aku memuji diriku dengan segera.
  • Segera setelah melakukan sesuatu dengan benar, aku mengatakan kepada diriku secara spesifik tentang apa yang telah kulakukan dengan benar atau mendekati benar (hampir benar).
  • Aku katakan kepada diriku betapa aku merasa senang tentang apa yang telah kulakukan dengan benar. Aku berhenti beberapa detik untuk benar-benar merasakan keberhasilanku.
  • Aku mengingatkan diriku bahwa aku memang seorang yang baik.
  • Aku mendorong diriku untuk terus melanjutkan perilaku baik yang sama karena aku ingin segera kembali merasa senang, tentang perilakuku dan diriku sendiri.
  • PERBAIKAN SATU MENIT (PSM2):

PARUH WAKTU PERTAMA DARI SATU MENIT

  • Aku melihat secepatnya / secepat mungkin pada saat perilakuku tidak sesuai dengan sasaranku.
  • Aku berkata secara spesifik kepada diri sendiri tentang apa yang telah kulakukan dengan salah, apa yang menghalangiku mengajar diri sendiri tentang apa yang ingin kupelajari.
  • Aku akan berhenti dan berdiam diri sejenak untuk merasakan. Dengan diam aku merasakan ”kegagalanku”. Semakin aku merasa tidak nyaman semakin besar keinginanku untuk memperbaiki. Aku meresapi perasaan itu sampai kupahami sepenuhnya. Meskipun aku tidak menyukainya.

PARUH WAKTU KEDUA DARI SATU MENIT

  • Kemudian, kuingatkan diriku bahwa perilakuku tidak baik pada saat ini, tetapi aku baik, dan selalu baik. Aku mengarahkan kembali perilakuku dan tetap merasa senang/nyaman tentang diriku sendiri. Aku tidak membela / mempertahankan perilakuku, bahkan terhadap diriki sendiri.
  • Aku mengajar diriku sendiri tentang apa yang ingin kupelajari. Aku mengubah perilakuku dan memperbaiki keadaan. Aku memperbaiki dengan memilih perilaku baru yang bisa membantuku belajar apa yang ingin kuketahui. Ketika aku memilih perilaku baru, aku merasa lebih baik. Aku lebih berbahagia.
  • Contoh-contoh SSM:
  • Aku memperoleh nilai-nilai yang baik. Aku sedang mempersiapkan diri agar diterima pada sekolah favorit. Aku merasa cukup cerdas. Aku merasa berhasil. Aku suka merasa bangga akan diriku sendiri.
  • Aku menyelesaikan pekerjaan rumahku tepat waktu agar bisa menyelesaikan tugas-tugas harianku di rumah.
  • Aku menabung semua uang yang aku peroleh untuk membeli sesuatu yang istimewa. Aku suka membuat rencana.
  • Pada hari jum’at aku mendapat nilai B untuk tes matematika. Aku belajar dan berlatih mengerjakan soal sendiri setiap malam. Aku mendengarkan dan memperhatikan dengan baik pelajaran di kelas dan mengajukan pertanyaan untuk memastikan bahwa aku memahaminya. Aku merasa yakin. Aku merasa bertanggung jawab. Aku merasa bangga dengan diriku sendiri.
  • Contoh-contoh PSM1:
  • Aku menyukai caraku mengingat untuk membaca Sasaran Satu Menit-ku (SSM-ku) beberapa kali dalam sehari. Aku membantu diriku sendiri. Aku merasa lebih positif tentang kehidupanku. Aku merasa lebih mengendalikan kehidupanku. Aku menyukai masa depanku serta komitmen terhadap sasaran-sasaranku.
  • Hari ini aku berbagi makan siang dengan Sarah karena ia lupa membawa bekalnya. Ia sangat menghargai hal itu.
  • Saya telah memutuskan mengurangi kegiatan menonton televisi. Saya merasa senang dengan keputusan saya. Karena saya merasa senang, saya sudah berpikir bahwa saya mungkin akan mengurangi kegiatan menonton TV.
  • Aku bebas narkoba. Aku memilih merasa high/ berbahagia dan bergairah dengan cara yang lain. Aku merasa sehat. Aku merasa aman, yakin orangtuaku tidak akan menemukan apapun yang tidak boleh ada di kamarku. Aku merasa bangga dengan diriku. Aku semakin menyukai diriku. Aku merasa hidupku terkendali. Aku ingin terus melanjutkan perilaku yang baik ini.
  • Aku menerima nilai A untuk ulangan sejarah. Aku mencapai SSM-ku. Aku bangga akan keberhasilanku. Aku akan menunjukkan kertas ulangan ini kepada keluargaku. Aku merasa bertanggung jawab. Aku merasa senang tentang apa yang kupelajari. Aku merasa berhasil.
  • Aku mendapat nilai 72. Lebih baik daripada sebelumnya! Aku merasa bangga dengan kemajuanku. Aku tahu aku bisa mendapat nilai 75 nanti. Aku akan terus belajar dan berharap mendapat nilai 75 atau lebih baik lagi pada ulangan berikutnya. Aku merasa senang dengan diriku.
  • Aku melakukan berbagai hal dengan lebih mudah sekarang. Aku telah belajar bertanya dengan sungguh-sungguh kepada diri sendiri tentang apa yang ingin kupelajari. Kemudian bersantai sendiri sampai muncul jawabannya. Aku menyukai kenyataan bahwa aku tidak perlu bekerja keras memahami sesuatu. Sekarang aku membiarkan jawaban datang kepadaku. Aku menikmati cara membuat sasaran ini dan aku merasa lebih mengendalikan kehidupanku. Aku merasa nyaman tentang diriku sendiri.
  • Aku mendapati diriku melakukan sesuatu dengan benar. Aku pun memuji diriku sendiri. Adakalanya aku merasa senang dengan apa yang sedang kulakukan. Aku merasa nyaman tentang diriku sendiri.
  • Aku melihat sasaran-sasaranku. Kemudian aku melihat pada perilakuku. Ketika aku melihat bahwa aku melakukan sesuatu dengan benar, aku mengambil waktu satu menit untuk memuji perilakuku / memuji diriku sendiri.
  • Contoh-contoh PSM2:
  • Aku berbohong. Aku berbohong tentang menjiplak pekerjaan rumah Bahasa Inggris tadi malam. Kukira aku berbohong kepada guruku, tetapi sesungguhnya aku berbohong kepada diriku sendiri. Dan hal itu membuat aku merasa kurang senang. Alih-alih mengabaikannya seperti yang biasa kulakukan, aku membiarkan perasaan buruk ini – perasaan yang tidak kusukai – benar-benar meresap. Semakin buruk perasaanku, semakin banyak aku belajar. Aku tidak ingin berbohong lagi. Perilakuku sekarang ini tidak baik, tetapi aku baik. Aku lebih baik daripada kebohonganku. Aku layak merasa lebih baik daripada yang kurasakan sekarang. Karena aku baik, aku sekarang memilih lebih sering berkata benar. Aku merasa nyaman tentang diriku sendiri, mengetahui bahwa lain kali aku akan lebih suka mengatakan yang sebenarnya. Aku ingin segera merasa lebih baik lagi.
  • Melihat centang perenang itu dan mengingat banyaknya tugas yang harus dikerjakan membuatku merasa kesal. Seandainya aku dan suami mengambil waktu beberapa menit saja setelah sarapan untuk membereskan semua ini, maka dapur akan tampak lebih baik. Aku pun akan merasa lebih baik. Aku jengkel dengan diriku sendiri. Bila aku membereskan semua hal dengan segera dan bila aku meminta bantuan, maka tugas-tugas dapat kukerjakan dengan lebih mudah. Lain kali aku akan ingat untuk melakukan apa yang lebih baik bagiku. Aku patut menerima perilaku yang baik dari diriku sendiri. Aku menyukai diriku.
  • Letakkan beberapa lembar kartu kosong di samping tempat tidur. Tulislah apa saja yang ingin Anda pelajari dalam minggu ini. Tanyalah kepada diri Anda sendiri, ”Apa yang ingin kuajarkan kepada diri sendiri minggu ini?”
  • Masalah sebagian besar guru:
  • Bagaimana cara agar bisa membuat murid-murid mendengarkan?
  • Saya merasa tidak dihargai. Saya telah bekerja keras dan memberikan diri saya sepenuhnya, namun tampaknya tidak ada yang memperhatikan saya.
  • Saya merasa lelah, lelah mendisiplinkan murid-murid yang membantah saya.
  • Bagaimana dengan birokrasi dan semua peraturan yang menghambat kita?
  • Masyarakat tidak menghargai profesi kita!
  • Selama berjam-jam saya menghabiskan waktu untuk mempersiapkan pelajaran yang hebat. Namun, saya begitu sering merasa telah memboroskan waktu saya. Ada sesuatu yang hilang. Sepertinya begitu banyak murid yang tidak ingin belajar. Mengapa tidak ada orang yang menawarkan tentang ”cara membuat murid bergairah untuk belajar?”
  • Catatan untuk guru:
  • Sempurna itu Mustahil! Perfect is impossible!
  • Pujianku bisa berasal dari diriku sendiri.
  • Semakin sering aku memiliki sikap yang baik, semakin sering aku mengalami hari yang baik.
  • Semakin sering kita melihat apa yang baik tentang diri kita maka semakin banyak kita melihat hal yang baik di dalam diri orang lain.
  • Anak-anak yang tumbuh tanpa kehangatan dan pujian akan menjadi orang dewasa yang pemarah dan penuh kritik. Memberikan penerimaan dan persetujuan membantu menciptakan orang dewasa yang sehat.
  • Kita tidak mencapai hasil yang baik karena sikap kita yang buruk. Kita sering mengalami kehidupan yang tidak menyenangkan karena sebuah sikap yang buruk. Hal inilah yang paling cepat bisa kita ubah.
  • Hari ini aku memilih mengalami hari yang baik karena aku memiliki sikap yang baik. Aku merasakan energi baru. Aku merasa sehat. Aku mengajar lebih baik. Aku merasa lebih baik.
  • Seorang guru mungkin saja tidak mampu mengubah seluruh sistem tempat mereka bekerja, tetapi mereka dapat mengubah lingkungan internal mereka sendiri. Mereka bisa mengurangi stress di dalam diri mereka.
  • Pujian memungkinkan seorang murid membangun rasa percaya diri. Mengetahui bahwa mereka bebas membuat kesalahan akan sangat mengurangi ketegangan saat belajar. Saya menyampaikan kepada murid-murid hal-hal yang positif tentang diri mereka serta kemampuan mereka. Saya merasa senang dengan setiap keberhasilan yang dialami murid-murid saya.
  • Tanya: apa yang kita lakukan bila diri kita dikuasai oleh pikiran negatif? Jawab: saya melakukan sesuatu yang sangat spesifik. Saya berhenti dan berpikir sejenak. Saya mengubah pernyataan atau tindakan negatif saya dengan sesuatu yang positif. Adakalanya hal itu sangat sulit dilakukan. Bisa saya tidak memiliki jawaban segera, saya tetap tinggal diam dan mendengarkan diri sendiri sampai saya melihat sebuah cara untuk mengubah sikap saya.
  • Tanya: saya sedang melakukan diet selama tiga bulan. Saya belum mencapai sasaran saya. Karena merasa frustasi dan patah semangat, saya makan. Sekarang berat badan saya justru naik dan bukannya turun. Bagaimana saya bisa bersikap positif tentang situasi ini? Jawab: berat badanku 55kg. Aku menurunkan berat badanku dengan cara yang sehat. Aku tampak cantik dengan pakaianku. Aku berolahraga ringan setidaknya tiga kali seminggu. Aku makan makanan bergizi. Aku bersikap baik kepada diriku sendiri. Aku merasa cukup memakan makanan sehat. Aku merasa sehat. Aku merasa sangat yakin. Dan aku menyukai diriku sendiri.
  • Melihat dan merasakan kesuksesan Anda akan menggantikan rasa frustasi dan keadaan patah semangat serta memungkinkan Anda melanjutkan perjalanan menuju pencapaian sasaran Anda. Sikap positif Anda yang baru dapat mengubah perilaku Anda, dan Anda bisa mulai melakukannya dalam waktu satu menit saja.
  • Tanya: banyak di antara kita, termasuk saya sendiri, membiarkan tugas-tugas sekolah membanjiri kehidupan rumah tangga kita. Dapatkah kita menulis sebuah SSM untuk masalah ini? Jawab: setiap hari di dalam minggu ini, aku akan meluangkan waktu untuk diri sendiri dan keluargaku. Kegiatan pribadiku sama sekali tidak berkaitan dengan sekolah. Aku membuat sekat-sekat dalam kehidupanku. Aku menyelesaikan apa yang harus diselesaikan dan menjadi efektif di dalam pekerjaanku. Aku merasa lebih berbahagia dalam kehidupanku, aku merasa santai. Aku merasa berhasil.
  • Tanya: ketika saya pulang, saya harus memasak, mengasuh anak-anak saya sendiri, kemudian mengoreksi tugas-tugas para murid, dan menyusun rencana setidaknya selama dua jam. Lalu, kapan waktu tersisa bagi diri sendiri? Jawab: setiap hari aku bangun 15 menit lebih awal untuk memulai hariku sendiri, dengan cara yang kupilih sendiri. Mengusahakan dapat berbincang-bincang dengan anak-anakku, sekali seminggu, dan mendiskusikan bersama mereka bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan serta memelihara rumah yang tertib dan damai. Aku juga akan mengurangi kertas kerja sekolah yang tidak perlu dengan cara bertanya kepada diri sendiri apakah aku terlampau banyak memberikan tugas-tugas tertulis? Anak2ku selalu pergi tidur tepat waktu dan aku bebas menikmati malam hari sendirian atau bersama suami.
  • Pernahkan Anda memikirkan tentang kenyataan bahwa Anda layak untuk berbahagia? Apakah Anda menyadari bahwa kita masing-masing bertanggung jawab untuk kebahagiaan kita sendiri? Jawab: saya mengaku banyak membuang waktu untuk khawatir. Saya bahkan sering khawatir tentang hal-hal yang sebenarnya tidak dapat saya kendalikan. Aku mulai berpikir positif setiap hari. Aku mengakui bahwa kekhawatiranku hanya merusak diriku, tidak akan menyelesaikan apa pun, bahkan menguras waktu dan tenagaku. Aku berlatih setiap hari untuk mengurangi stres dan rasa khawatir.aku mencoba mencari kebaikan di dalam berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupanku. Hal itu telah memupuk kedamaian dalam hati dan pikiranku. Aku merasa sehat dan enerjik. Aku merasa bebas dan kreatif.
  • Tanya: jika kita sudah merasa senang/nyaman sekarang, bagaimana kita menjaga perasaan ini dan tetap berfokus pada sasaran-sasaran kita? Jawab: dengan sering membaca ulang sasaran Anda.
  • Aku berhasil membuat kehidupanku lebih bisa dinikmati. Aku melakukan hal benar dengan menyisihkan uang setiap bulan untuk liburan musim semi. Aku merasa senang setiap kali berpikir tentang perubahan pemandangan yang ingin kulihat. Setiap kali aku tergoda menggunakan uang itu untuk keperluan lain, aku segera melihat diriku sedang berlibur dan menikmati saat-saat yang menyenangkan.
  • Tanya: bagaimana cara membagi waktu agar tidak mengganggu rutinitas? Jawab: aku sedang melakukan sesuatu yang baru dan berbeda setiap bulan. Aku bangga bahwa aku menerima tanggung jawab untuk kebahagiaanku. Aku telah membuat sebuah keputusan bijaksana. Aku merasa memiliki energi baru. Aku merasa hidup. Aku merasa nyaman tentang kehidupan dan masa depanku.
  • Saya suka mempelajari murid-murid saya. Selama minggu pertama, murid-murid menulis sebuah otobiografi singkat di dalam kelas. Mereka menulis apa saja yang ingin mereka ceritakan tentang diri sendiri. Saya meminta mereka memasukkan juga apa yang mereka inginkan terjadi selama jam-jam pelajaran kami bersama-sama. Ketika saya berbicara kepada setiap murid di dalam kelas, saya kaitkan sesuatu yang saya buat dengan sesuatu yang menjadi minat pribadi mereka. Cepat atau lambat murid-murid akan mengatakan kepada saya bahwa mereka menghargai hal itu.
  • Ketika membaca koran pagi, lagi-lagi saya membaca pemberitaan negatif tentang para guru dan sistem pendidikan kita. Saya menjadi marah. Reaksi seketika saya adalah ingin melempar kesalahan itu entah ke mana. Saya menyalahkan orangtua yang tidak menaruh perhatian, murid-murid yang tidak disiplin, dan para guru yang tidak profesional. Tiba-tiba saya menghentikan diri saya. Saya mengakui pemikiran negatif saya. Saya menyadari bahwa semua pemikiran itu hanya menghambat upaya pencapaian sasaran saya untuk mempertahankan rasa damai sejahtera secara pribadi. Saya kemudian menggunakan perbaikan satu menit. Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa tidak akan ada solusi bila orang tidak mengetahui adanya masalah. Pers membantu kita untuk tetap menaruh perhatian pada isu-isu dan minat yang kita miliki. Inilah sisi positif sebuah artikel. Saya memilih melihat seperti itu.
  • Aku telah berhenti melakukan jogging. Perilakuku tidak sesuai dengan sasaranku. Hal ini membuatku merasa bersalah dan mengkritik diri sendiri. Aku merasa tegang. Aku tidak menyukai perasaan-perasaan ini. [berhenti sejenak] Aku kembali pada jadwal joggingku yang nyaman. Aku tidak perlu bersaing dengan pelari lain. Aku melakukan jogging untuk diriku sendiri. Aku menikmati kecepatan dan jarakku sendiri. Secara fisik aku merasa bugar. Aku menyukai diriku sendiri.
  • Ada guru yang punya masalah dengan kelas bahasa yang diajarnya karena murid-murid hanya memiliki perbendaharaan kata terbatas. Jadi bersama-sama, guru dan murid-murid menulis sebuah SSM untuk meningkatkan perbendaharaan kata mereka. Mereka mulai belajar dua kata baru setiap hari. Mereka melakukannya dengan baik, mereka memilih meningkatkan jumlah kata baru untuk dipelajari. Kegiatan ini sangat menyenangkan bagi murid-murid ketika menyadari bahwa mereka mampu menjelaskan arti sebuah kata kepada orang lain. Pada akhir semester, perbendaharaan kata mereka sudah meningkat secara signifikan.
  • Tanya: mengapa Perbaikan Satu Menit begitu berhasil? Jawab: pertama, kita jadi memotivasi diri sendiri. Kita perlu mengarahkan ulang perilaku kita. Kedua, kita menjadi orang yang memiliki disiplin diri. Kita mengetahui dengan segera ketika kita tidak mengarah pada SSM kita. Ketiga, tanpa memperhatikan perilaku negatif apapun, kita memiliki citra diri yang positif, dengan meningkatkan rasa percaya diri kita. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa nilai saya sebagai seorang pribadi terpisah dari perilaku saya saat ini.
  • Sangat menarik menyaksikan murid-murid menjadi lebih sadar akan apa yang mereka katakan satu sama lain. Sementara Anda memperhatikan bagaimana sikap mereka berubah terhadap rekan sekelas mereka, Anda bisa mengatakan bahwa mereka juga meningkatkan banyak hal di dalam diri mereka sendiri.
  • Inti dari Sistem Mengajar Satu Menit adalah membantu kita mengajar diri sendiri tentang rasa percaya diri. Semakin kita merasa percaya diri, akan semakin mudah pula kita belajar. Kita tinggal memprogram ulang pikiran kita, dan selanjutnya perilaku kita akan menyusul.
  • Janganlah selalu memandang sistem pendidikan sebagai sesuatu yang sulit diubah, mulailah memahami bahwa akan lebih mudah kalau kita mengubah diri sendiri. Bila kita berubah, maka sistem juga akan berubah.
  • Ketika seorang anak TK mulai membaca, orangtuanya begitu bergairah. Mereka memberitahu kerabat untuk berbagi kabar yang hebat itu. Gurunya merasa senang dan memuji anak itu. Semua ini mendorong anak itu untuk meneruskan kemajuan kecilnya. Sementara kemajuan anak itu berkembang dari kata menjadi kalimat, guru dan ortu terus memberikan pujian mereka. Namun, ketika anak itu menjadi lebih besar, pujian dilupakan. Saat itulah kita membuat kesalahan dengan menunggu sesuatu menjadi sempurna sebelum memberikan pujian.
  • Orang-orang berhasil bukanlah ditakdirkan. Bila kita lalai menghargai bahwa kita telah berhasil, pada akhirnya kinerja kita akan menurun atau bahkan berhenti sama sekali. Tidak ada lagi kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan.
  • Sebagian besar murid ditanyai tentang faktor apa saja yang mempengaruhi motivasi mereka. Yang menempati daftar teratas adalah pujian atau pengakuan, bahkan ketika pencapaian mereka tidak sempurna. Faktor lainnya yaitu mereka ingin lebih dipedulikan dan dihargai oleh para guru mereka. Mereka menyebutkan bahwa diberi perhatian pribadi dan diberi tambahan tanggung jawab mempengaruhi motivasi mereka.
  • Pujian satu menit akan memerangi pelecehan emosional secara efektif, salah satu bagian nyata dari pelecehan anak. Kritikan yang keras terhadap anak adalah salah satu bentuk perusakan mental.
  • Ketika kita belajar untuk tidak merusak diri sendiri secara mental dengan memberikan pujian satu menit kepada diri sendiri, maka kita akan mulai memperlakukan orang lain dengan baik juga.
  • Kehidupan pasti akan lebih mudah bila kita menyukai pekerjaan kita. Hal itu juga membantu kita menyukai diri sendiri. Bila kita melakukannya, kita akan melakukannya dengan lebih baik.
  • Otak kita hanya memiliki berat kurang dari 1,3 kg, namun mampu menyimpan informasi lebih banyak daripada semua perpustakaan di dunia ini. Dengan otak yang lebih hebat daripada sebuah komputer, ia memiliki potensi besar untuk belajar. Mulai saat ini, jadilah sahabat baikku dengan mengambil waktu satu menit, beberapa kali dalam sehari, untuk dipulihkan dari perilaku negatif dan kembali merasa nyaman dengan diri sendiri.
  • Bila Anda menginginkan orang-orang muda bertindak dengan tanggung jawab terhadap pihak lain, Anda harus memberikan tanggung jawab untuk diri mereka sendiri. Kita semua tahu bahwa untuk menjadi orang yang bertanggung jawab bukan terjadi dalam sekejap. Akan lebih mudah bagi kita bila kita mempelajari perilaku yang bertanggungjawab secara bertahap. Perbaikan Satu Menit membantu kita menjadi orang yang bertanggung jawab melalui langkah-langkah kecil setiap hari.
  • Ketika murid-murid mulai menerima tanggung jawab untuk beberapa kebutuhan mereka sendiri, mereka akan belajar bahwa banyak jawaban bisa ditemukan di dalam diri mereka sendiri. Mereka mulai memahami bahwa mereka sendirilah yang menentukan kualitas kehidupan mereka.
  • Hierarchy of Needs by Abraham Maslow yaitu mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan dasar kita, yaitu: kebutuhan untuk mencapai dan memperoleh pengakuan serta kebutuhan untuk memenuhi potensi kita sendiri. Kita harus cukup menaruh perhatian untuk bisa memperdulikan diri sendiri tentang apa yang sebenarnya kita inginkan di dalam kehidupan ini.
  • Apa yang kulihat di dalam pikiranku adalah apa yang kuperoleh di dalam kehidupanku.
  • Sasaran Satu Menit menentukan ekspektasi kita. Bila kita memiliki ekspektasi yang cukup tinggi namun realistis terhadap diri sendiri, maka hasilnya adalah pencapaian yang meningkat. Mereka yang mencapai sasaran menjadi orang-orang yang berhasil. Mereka menjadi orang-orang yang sangat ingin tahu, ingin segera melanjutkan dan lebih banyak belajar.
  • Ada pria yang berusaha menjadi anggota dewan perwakilan negara bagian dan dikalahkan. Kemudian ia masuk ke dalam dunia bisnis dan tidak berhasil. Yang jelas, ia menghabiskan waktu 17 tahun untuk melunasi hutang mitranya. Tunangannya meninggal. Ia menderita gangguan mental yang parah. Kembali memasuki dunia politik, ia mencalonkan diri menjadi anggota Kongres dan dikalahkan. Tiga tahun kemudian, ia terpilih menjadi anggota Kongres namun dua tahun kemudian kembali dikalahkan. Kemudian ia menjadi maju menjadi calon wakil presiden dan ia dikalahkan. Namun pada akhirnya ia menjadi salah seorang presiden AS yang paling terkemuka – Abraham Lincoln.
  • Sesuatu yang ajaib akan mulai terjadi bila kita merasa nyaman tentang diri sendiri. Kunci untuk merasa nyaman terhadap diri sendiri adalah memahami bahwa kita tidak selalu seperti cara kita berperilaku, tetapi kita menghargai siapa kita.
  • Renungkanlah betapa pembelajaran, pertumbuhan, dan perubahannya telah membawanya pada kehidupan yang lebih berhasil. Bagian yang terbaik adalah ia telah mengajar dirinya sendiri. Ia adalah penulis kehidupannya sendiri. Ia tersingat bagaimana Socrates memandang pendidikan sebagai proses yang spontan, bahwa pembelajaran lebih berkaitan dengan hidup dan pengalaman, dan kurang tergantung pada gedung sekolah dan papan tulis. Pembelajaran yang sejati adalah mampu memupuk kebahagiannya sendiri dan orang lain.
  • Guru adalah para penanam ide dan pengembang imajinasi. Pengembang manusia (People Developers), itulah mereka!
  • Aku telah menemukan apa yang kucari selama ini – sebuah cara untuk mengajar diri sendiri tentang apa yang ingin kupelajari. Aku telah menemukan orang istimewa untuk mengajar diriku sendiri. Orang istimewa itu ternyata adalah diriku sendiri. Aku mulai memikirkan masa depan.
  • Tampaknya sudah saatnya kita mengakhiri pelajaran ini. Saya berterima kasih atas kepedulian Anda semua. Saya yakin, bila Anda menjalankan prinsip Satu Menit ini dalam kehidupan Anda, Anda akan mencapai kesuksesan dan kebahagiaan pribadi maupun profesional, sama seperti yang saya alami. Saya hanya ada satu permintaan, yaitu: BERBAGILAH DENGAN ORANG LAIN.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

RODA HUKUM

Tiada KEBENARAN selain KEBENARAN itu sendiri.

Erlan Agusrijaya

Strive to do the best as a muslim teacher

itateanese

ketika: ide lahir, inspirasi hadir

hidup untuk hidup dalam hidup

adalah aku yang hidup dalam ku

GIRL IN THE POT

Walk . Write . Whatever

Purwatiwidiastuti's Blog

Mari nikmati indahnya berbagi

SanG BaYAnG

Ungkapan Jiwa Dalam Kata Yang Berbeda

Catatan Anak Hulondalo

Ikatlah Ilmu dengan Menulisnya...!!!

Hasna Azura

Dreaming is not enough, you must do!

bintangrina

Forum olah-rasa batin dan rasa (For bara)

Ishtar

Nothingness

riwewijaya

Just another WordPress.com site

AngananTyas Blog

karena aku bukan anak raja, bukan pangeran berkuda, bukan pula dewa, maka akan kubingkai kata kata, hingga ku dikenang dunia

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: